Senin, 26 Februari 2024

Hasil PCR Keluar, 1 Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Dinyatakan Negatif

Murianews
Kamis, 4 Agustus 2022 18:57:29
Ilustrasi pasien opname di RS (Freepik)
[caption id="attachment_232603" align="alignleft" width="880"]Pasien Covid-19 Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Freepik)[/caption] MURINAEWS, Boyolali – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan hasil pemeriksaan dari seorang pasien suspek cacar monyet atau monkeypox di Jawa Tengah telah keluar. Hasil dari tes PCR menyatakan bahwa yang bersangkutan negatif. ”Kemarin terindikasi satu, tadi hasil PCR-nya negatif,” kata Ganjar saat berada di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (4/8/2022). Meski demikian, Ganjar mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada. Setiap yang memiliki gejala mirip cacar monyet agar segera periksa. Baca: Satu Warga Jateng Suspect Cacar Monyet ”Semua sekarang kalau ada gejala segera periksa. Itu yang paling penting,” katanya. Selain itu, antisipasi terkait cacar monyet di Jawa Tengah tetap dilakukan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dijalin, termasuk dengan Kementerian Kesehatan. Ganjar berharap pengetatan di pintu-pintu masuk Indonesia tetap dilakukan, termasuk yang ada di wilayah Jawa Tengah. Ia meminta agar Kementerian Kesehatan segera memberikan briefing kepada petugas di pintu-pintu masuk ke Indonesia. ”Saya berharap karena ini tidak dari Indonesia ya, tetap saja pintu-pintu masuk Indonesia harus tetap ketat. Kita minta nanti kementerian kesehatan memberikan briefing kepada penjaga pintu masuk untuk bisa mengecek menggunakan peralatan sehingga indikasi awalnya diketahui,” ungkapnya. Baca: Siapkan 100 Bed, RSUP Kariadi Siap Jadi Rujukan Pasien Cacar Monyet Sebelumnya Ganjar mengungkapkan bahwa ada satu pasien di Jawa Tengah yang terindikasi atau suspek cacar monyet. Kala itu, pasien masih dirawat di salah satu rumah sakit di Jateng. Dinas Kesehatan Jateng dengan rumah sakit yang merawat juga memantau pasien tersebut. Termasuk melakukan isolasi dan pemeriksaan lanjutan PCR yang dilakukan petugas.   Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Baca Juga

Komentar