Senin, 26 Februari 2024

Diduga Aniaya Tahanan Hingga Tewas, 4 Polisi di NTT Dicopot

Murianews
Senin, 13 Desember 2021 16:38:49
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Lotharia Latif. (Tribratanews)
[caption id="attachment_258164" align="alignleft" width="880"] Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Lotharia Latif. (Tribratanews)[/caption] MURIANEWS, Kupang – Diduga menganiaya seorang tahanan hingga tewas, empat polisi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dicopot. Keempat polisi itu diketahui berasal dari Polsek Katikutana, Kabupaten Sumba Barat, NTT. Keempatnya saat ini pun sedang dalam pemeriksaan. "Empat anggota yang terindikasi menangani kasus tersebut, kini sudah saya copot dan saya amankan untuk diperiksa di Polres Sumba Barat," kata Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Lotharia Latif seperti dikutip Suara.com, Senin (13/12/2021). Baca: Oknum Polisi Tolak Laporan Korban Perampokan Dicopot Kapolda mengatakan bahwa dirinya tidak mentoleransi siapa pun anggota Polri yang berbuat kasar kepada masyarakat, apalagi sampai mengakibatkan meninggal dunia. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ada tujuh orang yang sudah diperiksa dalam kasus tersebut. Tiga di antaranya merupakan petugas piket yang berjaga saat kejadian, kemudian empat orang lainnya yang menangkap korban pada Rabu (8/12). "Saya sudah perintahkan agar empat orang ini diperiksa secara intensif dan wajib mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka perbuat," tambah dia. Baca: Minta Sekarung Bawang saat Razia, Oknum Polisi Ini Dicopot Dia pun menyesalkan adanya kejadian tersebut. "Saya sampaikan rasa keprihatinan dan dukacita mendalam serta menyesalkan peristiwa tersebut," kata dia. Ia berjanji akan tetap transparan dan menindak tegas anggotanya sesuai aturan hukum yang berlaku bagi anggota yang terbukti melanggar. Lotharia berharap agar masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas sehingga tercipta situasi kondusif. Baca: Unggah Video Mesum dengan Selingkuhan di WA, Camat di Wonogiri Dicopot dan Ditahan Polisi Sebelumnya, seorang tahanan bernama Arkin, meninggal dunia di dalam sel Polsek Katikutana, Kabupaten Sumba Barat, NTT, karena diduga menjadi korban penganiayaan anggota polsek setempat. Arkin ditangkap di rumah pamannya pada Rabu (8/12/2021) pukul 23.00 WITA. Dia ditahan di Polsek Katikutana. Polisi menangkap Arkin karena diduga melakukan penganiayaan dan terlibat pencurian ternak. Namun, dia meninggal di dalam tahanan pada Kamis (9/12/2021).   Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi Sumber: Suara.com

Baca Juga

Komentar