Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bagaimana tidak, Jumeri yang awalnya hanya menjabat sebagai kepala SMKN Bawen, Kabupaten Semarang, kini tiba-tiba dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Bukan di tingkat kabupaten, tetapi langsung di tingkat provinsi.

Jabatan baru yang didudukinya itu merupakan jabatan untuk PNS eselon II. Lompatan yang sangat tinggi untuk seseorang yang awalnya hanya kepala sekolah.

Ia dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, pada Senin (6/5/2019) kemarin. Dalam pelantikan itu, tak hanya Jumeri, nama Imam Maskur juga jadi sorotan.

Sama seperti Jumeri, Maskur awalnya juga pejabat rendah, hanya camat di Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, dilantik menjadi pejabat tinggi di Pemprov Jateng. Ia dilantik sebagai Kepala Biro Kesra.

Bukan tanpa sebab keduanya yang bukan pejabat di lingkungan pemprov tiba-tiba ditunjuk sebagai pejabat tinggi. Keduanya lolos dalam lelang jabatan terbuka yang dilakukan Pemprov Jateng.

Dan ternyata, Jumeri juga mengaku kaget ketika dinyatakan lolos dan berhak menjabat sebagai kepala dinas. Pejabat tinggi eselon II di Pemprov Jateng.

“Saya sendiri juga masih tidak percaya dengan hal ini. Apalagi para pesaing yang hebat-hebat, ada profesor dan doktor. Namun saya yang dipilih oleh Bapak Gubernur menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Jumeri di sela-sela menerima kunjungan Ganjar di kantornya, Selasa (7/5/2019).

Pria kelahiran Boyolali,10 Mei 1963 ini mengatakan, awalnya ia mendengar adanya lelang jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari group WA komunitas kepala sekolah.

Karena melihat syarat administrasi yang dimilikinya memungkinkan, Jumeri yang saat mendapat kabar itu sedang umrah di Makkah memantapkan niat untuk mengikuti lelang jabatan tersebut.

“Awalnya tidak mau maju, namun karena dorongan teman-teman saya akhirnya maju juga. Ya itung-itung mewakili aspirasi teman-teman seperjuangan,” imbuh Jumeri.

Baca: Lolos Lelang Jabatan, Kepsek dan Camat Dilantik Jadi Kepala Dinas di Pemprov

Saat awal mendaftar, Jumeri mengaku agak sedikit grogi dengan para pesaingnya. Selain tidak memiliki kenalan di birokrasi, para pesaing Jumeri berasal dari pejabat struktural di Pemprov Jateng dan memiliki pangkat cukup tinggi. Ada pula yang bergelar profesor hingga doktor.

“Sementara saya hanya kepala sekolah biasa tanpa eselon, juga hanya lulusan S2. Namun karena sudah mendaftar, saya tidak merasa takut dan tanpa beban. Artinya kalau kepilih ya syukur, tidak ya tidak apa-apa,” tambah Jumeri.Namun ternyata Jumeri juga mempunyai prestasi yang tak bisa dianggap enteng. Ia pernah dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Terbaik Tingkat Nasional tahun 2013 lalu. Ia juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat Jateng.Dengan bekal pengalaman sebagai guru dan kepala sekolah serta pengalaman di bidang pendidikan lainnya, Jumeri mantap mengikuti proses seleksi dari awal hingga akhir dengan lancar.Hingga akhirnya, ia masuk dalam tiga besar kandidat yang lolos dan namanya dipanggil oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (6/5/2019).“Senang dan bangga sekali, semoga bisa melaksanakan amanah ini dengan baik. Saya ingin membawa perubahan untuk kebaikan pendidikan di sini, khususnya soal integritas,” terangnya.Saat ditanya apa kira-kira yang membuatnya terpilih sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyingkirkan belasan pesaing lainnya, Jumeri mengatakan jika itu penilaian obyektif tim panitia seleksi dan penilaian subyektif dari Gubernur Jawa Tengah. Namun yang jelas, dirinya meyakini bahwa pengalamanlah yang membuat dirinya terpilih.Hal senada disampaikan Imam Maskur, Camat Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng. Imam mengatakan tidak percaya dapat dipercaya menjadi Kepala Biro Kesra dan lolos dalam seleksi jabatan yang diikutinya.Imam mengatakan akan langsung bekerja keras. Hal yang akan segera dilakukannya adalah dengan membuat sistem informasi terpadu terkait hibah Pemprov Jateng kepada masyarakat.Sementara terkait kontrak kerja selama setahun, baik Jumeri dan Imam Maskur mengatakan tidak masalah dengan kontrak tersebut. Keduanya menegaskan akan bekerja semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat.“Kalau memang nanti kami dirasa tidak mampu oleh bapak Gubernur, kami siap mengundurkan diri,” kata keduanya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler