Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Gubernur Ganjar Pranowo menyebut ada beberapa pihak yang mencoba melobinya agar bisa meloloskan anaknya masuk ke SMA negeri yang diinginkan. Tak hanya orang tua siswa yang mengaku sebagai pendukungnya, seorang pejabat penting pun juga mencoba hal yang sama.

Ini dikatakan Ganjar ketika memantau proses PPDB di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Senin (8/7/2019). Namun Ganjar tak menjelaskan siapa pejabat penting yang mencoba melobinya tersebut.

Ganjar Pranowo memastikan, meski dilobi oleh pejabat penting pun ia tak bisa ditekan. Karena menurut dia, semua pihak harus melalui proses PPDB secara fair.

"Saya ini tiap hari menerima aduan. Semua orang tua, anaknya (minta) ke (SMA) negeri. Tetapi sistem ini tidak bisa. Pahit memang, saya sampai ditekan, ada pendukung, bahkan pejabat penting yang menekan saya. Saya tidak bisa," ujarnya.

Ia menilai, jika seorang siswa tak bisa masuk ke SMA negeri karena daya tampungnya yang tak memungkinkan, itu menurut Ganjar bukan akhir segalanya. Karena masih ada sekolah swasta yang bisa menampung.

Ia pun meminta kepada orang tua siswa agar terus memberi semangat kepada anaknya untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Di manapun sekolahnya. Karena SMA negeri bukan jaminan mutlak untuk menggapai cita-cita.

"Sistem ini memang rumit, tidak mudah, dan kita coba menerjemahkan. Masalah SKD palsu, tolong orang tua siap cari sekolah lain. Soal terlempar ke Wonogiri karena human error, sudah kita selesaikan. Kita evaluasi satu persatu, agar besok saat pengumuman menjadi baik. Solusi bus sekolah, Trans Jateng yang mungkin bisa dirubah rutenya, akan membuat biaya sekolah sang anak lebih murah dan aman," tandasnya.Ini dikatakan Ganjar kepada orang tua siswa yang mengadu di Posko PPDB Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.Dian Puji Lestari (39) orang tua siswa asal Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang bahkan langsung menangis ketika melihat Ganjar. Kepada gubernur dua periode itu, ia mengaku takut anaknya tak bisa diterima di SMA negeri."Saya lihat Pak Ganjar mau nangis. Saya sampai sebel. Anak saya mendaftar melalui jalur zonasi ke SMAN 1 Semarang, karena jaraknya 2,2 kilometer. Tetapi kemudian tergeser ke SMA 7 yang jaraknya 10 KM. Anak saya perempuan, tidak bisa naik sepeda motor. Saya pindah ke jalur prestasi tidak bisa. Saya ingin anak saya tetap bisa masuk SMA Negeri 1," kata Dina.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler