Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pertemuan tersebut dianggap sebagai jawaban bagi rencana rekonsiliasi yang belakangan ini santer berembus. Termasuk wacana untuk menggandeng pendukung Prabowo untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Politisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mengaku tak mempersoalkan jika kubu 02 pada Pilpres 2019 masuk ke kabinet.

"Indonesia ini kan besar Indonesia ini perlu dikelola oleh kelompok-kelompok lain juga. Meskipun otoritas penuh pada presiden. Presiden berkomunikasi dengan baik. Jika itu bisa membikin Indonesia lebih bersatu lebih maju, kenapa tidak?" Kata Ganjar di Semarang, Sabtu (13/7/2019).

Gubernur Jawa Tengah itu menilai, pertemuan dua tokoh bangsa itu sudah ditunggu-tunggu rakyat. Dengan pertemuan itu pula, Ganjar berharap rakyat Indonesia tidak lagi terpecah-pecah antara pendukung 01 dan 02.

"Seluruh masyarakat Indonesia menunggu ini. Jadi pertemuan di stasiun itu menurut saya bagus ya di tempat yang semua masyarakat bisa melihat," ujarnya.

Ganjar juga menginginkan agar ademnya pertemuan antara Jokowi dan Prabowo itu tak hanya terjadi di pucuk pimpinan semata. Tetapi juga merambat sampai para pendukung keduanya.
Ganjar juga menginginkan agar ademnya pertemuan antara Jokowi dan Prabowo itu tak hanya terjadi di pucuk pimpinan semata. Tetapi juga merambat sampai para pendukung keduanya."Saya berpesan saja, para follower dari 01 dan 02 mari kita terima dengan baik jangan ada nyinyir di antara satu dengan yang lain. Apapun namanya dua pemimpin kita sudah bertemu dan saya kira ini selamanya yang dirindukan dan tibalah saatnya sesuatu yang ditunggu-tunggu itu hadir," harapnya.Ganjar juga memuji langkah kedua tokoh tersebut yang memilih gaya egaliter saat bertemu. Berlangsung di tempat umum, masyarakat bisa menjangkau, sehingga tidak sedikit yang mengabadikan pertemuan bersejarah itu di media sosial."Tadi saya lihat videonya, masyarakat mengelu-elukan Pak Jokowi, Pak Prabowo bersalaman dan dua-duanya memberikan narasi-narasi positif. Mudah-mudahan, pertemuan ini bisa disambut dengan baik oleh masyarakat dan mulai detik ini dan seterusnya kembali bersatu membangun bangsa,” pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler