3 Kontainer Biskuit dari Jateng Diborong Pengusaha Rusia, Nilainya Capai Rp 1,5 Miliar
Ali Muntoha
Sabtu, 3 Agustus 2019 15:00:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Nilai pemesanan itu mencapai Rp 1,5 miliar. Produk yang banjir pesanan itu yakni biskuit Fine Choice. Biskuit asal Kabupaten Semarang ini memang tak bisa ditemukan di pasaran atau supermarket di Indonesia.
Karena menurut Direktur PT Choice Plus Makmur, Irawati Lukito, produk biskuitnya hanya melayani ekspor ataupun penjualan melalui e-commerce.
”Kami dapat order tiga kontainer dengan nilai per kontainernya lima ratus juta rupiah, buyer kami ingin memasarkan di supermarket di Rusia," kata Irawati, Sabtu (3/8/2019.
Biskuit Fine Coice ini merupakan salah satu dari sejumlah produk asal Jateng yang mengikuti pameran di Taman Krasnaya Presnya, Rusia.
Selain biskuit, produk asal Jateng yang dipamerkan di FIM IV ini meliputi kain batik dan lurik, bulu mata, gula merah, aneka keripik buah, jamu, jelly, kerajinan kayu dan tas, sertal kopi. Mereka dikumpulkan dalam satu booth yang dikoordinir Pemprov Jateng.
Pemilik Batik Lurik Prasojo Klaten, Hanggo Wahyu Amerto, mengaku sangat senang bisa mengenalkan produknya ke Rusia. Ia berharap mendapat buyer baru dari Negeri Beruang Merah itu.
"Dukungan dari gubernur sangat membantu pengusaha dan UMKM seperti kami untuk memperkenalkan produk dari budaya Jawa Tengah," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



