Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selama satu tahun ini, tercatat sudah ada 40 penghargaan bergengsi yang disabet Pemprov Jateng. Mulai dari juara umum top 99 pelayanan publik, pelaporan LHKPN terbaik dari KPK, WTP delapan kali dari BPK dan lainnya.

Meski demikian, Ganjar Pranowo mengaku puluhan penghargaan itu sama sekali tak berarti jika masih ada warga mengeluh.

“Penghargaan tidak berarti apa-apa jika rakyat masih mengeluh,” kata Ganjar, Rabu (4/9/2019).

Oleh karenanya, ia lebih memilih membanggakan capaian program yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Di antaranya pemberian intensif bagi guru ngaji, ustaz dan pengurus pondok pesantren. Tercatat ada 171.131 orang di Jateng yang mendapat insentif ini. Program yang baru kali pertama ada di Jateng tersebut cukup membuat Ganjar puas.

Tak hanya itu, Ganjar juga mengaku puas telah mampu mendorong ASN untuk taat membayar zakat. Ini bisa dilihat dengan kenaikan pengumpulan zakat ASN dari Baznas yang mencapai Rp 4,7 miliar perbulan.

Bahkan, capaian zakat itu tertinggi se-Indonesia. Pengelolaan dana zakat ini menurutnya mampu membantu menyejahterakan rakyat.

Karena dana zakat dari ASN itu dialokasikan untuk pendidikan, santunan anak yatim, pembangunan rumah ibadah dan renovasi rumah tak layak huni.
Karena dana zakat dari ASN itu dialokasikan untuk pendidikan, santunan anak yatim, pembangunan rumah ibadah dan renovasi rumah tak layak huni.”Tahun 2019 ini kita juga mampu membuat seluruh gedung kantor Pemprov Jateng ramah difabel. Minimal untuk naik di tangganya ada jalur khusus kursi roda,” ujarnya.Selain itu, keberhasilan Pemprov Jateng yang merebut kembali lahan PRPP Semarang. Lahan seluas 273 hektare yang sempat dikuasai PT IPU itu berhasil direbut kembali melalui PK di Mahkamah Agung dan kini menjadi aset negara.Reformasi birokrasi yang dicanangkan sejak 2014 juga banyak mendapat apresiasi. Satu yang disoroti publik adalah keberanian Ganjar mengangkat seorang camat menjadi Kepala Biro, sebuah jabatan eselon dua. Juga kepala SMK Bawen menjadi kepala Dinas Pendidikan, melalui proses lelang jabatan.Ganjar juga diapresiasi karena sistem sistem akuntabilitas keuangan Pemprov Jateng berhasil menghemat anggaran Rp 1,2 triliun.Jika pembangunan rumah tidak layak huni hanya butuh Rp 10 juta per unit, hasil penghematan bisa digunakan untuk membangun 120.000 rumah warga miskin. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler