Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Saya sudah minta PB Djarum untuk melanjutkan audisi. Gubernur siap tanggung jawab penuh jika ada apa-apa,” katanya, Rabu (11/9/2019).

Seperti diketahui, PB Djarum memutuskan untuk menyetop audisi umum untuk mencari bibit atlet bulu tangkis mulai 2020, karena ada tudingan eksploitasi anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ganjar menyebut, telah menghubungi langsung pihak PB Djarum dan telah mendapat penjelasan. Dari informasi yang diterimanya, managemen PB Djarum adalah murni klub bulu tangkis.

"Pengurus PB Djarum itu bilang, ‘saya ini tidak bisnis rokok, saya ini cuma mengelola ini saja, cuma mengelola badminton. Lha kok saya disalahkan’, begitu katanya," ujar Ganjar.

Menurut dia, informasi yang didapatkan pembinaan atlet telah dimulai sejak 1969 dan selama ini tak pernah berbicara tentang rokok.

"Sejak 1969 lho (pembinaan). Waktu itu, usia saya baru setahun mereka (PB Djarum) sudah konsen dalam pembinaan atlet, kok tiba-tiba sekarang disalahkan," kata Ganjar.

Baca: Audisi Dihentikan, Ini Penjelasan PB Djarum
Baca: Audisi Dihentikan, Ini Penjelasan PB DjarumGanjar juga menilai jika tudingan ekspolitasi anak dalam proses pembinaan atlet ini sebagai hal yang aneh. Oleh karenanya, ia menyatakan mendukung penuh kepada PB Djarum untuk melanjutkan pembinaan.Menurut Ganjar, menjadi tuduhan yang aneh jika proses pembinaan yang dilakukan selama ini oleh PB Djarum dikatakan sebagai bentuk eksploitasi anak.Apalagi menurutnya, keterlibatan swasta sangat penting dalam pembinaan atlet. Pasalnya menurut Ganjar, pemerintah tak bisa berjalan sendiri dalam proses pengembangan prestasi olahraga di negara ini.Meski demikian, Ganjar juga mengajak warga untuk menghentikan dorongan untuk membubarkan KPAI, seperti yang ramai di media sosial. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler