Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sejak diluncurkan pada 2017 lalu, program LaporGub sudah menerima 27.101 laporan pengaduan dari masyarakat. Dan pada periode Januari-September 2019 ini, sudah ada 9.408 aduan dari masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal, baik melalui website, medsos, hingga telepon dan SMS.

Ganjar Pranonomo menceritakan suka dukanya dalam hal ini. Ia menyebut, saluran pengaduan ini mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Namun ternyata tidak sedikit pula masyarakat yang memanfaatkan kanal pengaduan itu untuk hal yang remeh temeh dan tidak penting.

"Tidak hanya persoalan penting saja yang dilaporkan, sekarang ada sandal hilang saja lapor ke saya. Belum lagi ngurusi para Sobat Ambyar itu, wah isinya curhat semuanya. Ditinggal pacar lapor ke saya, pacare ilang lapor ke saya. Wong pacare ilang kok lapor ke saya, ya lapor ke polisi sana," kata Ganjar.

Meski ada banyak suka duka, Ganjar menyebut jika penggunaan medsos sebagai kanal pengaduan pada masyarakat sangat efektif. Sebab selama ini, masyarakat masih kebingungan untuk melaporkan hal yang terjadi di sekelilingnya.

"Padahal pemerintah itu sama seperti perusahaan, tujuannya membuat pelanggannya puas. Pelanggan dari pemerintahan ya rakyat, kalau rakyatnya mau melapor saja susah, mau dilayani bagaimana," ujarnya.

Sehingga menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi yang bisa jadi jawaban. Ganjar mencontohkan, saat ada laporan seorang anak bernama Raka di Salatiga yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya, melalui medsos ia dapat menyelesaikan masalah itu dengan cepat.

"Kisah Raka itu viral di medsos, ada yang mention ke saya. Langsung saya tanggapi, saya teruskan ke dinas terkait dan langsung ditangani. Ada pula kisah nenek-nenek pengidap kanker yang tidak bisa berobat, langsung saya tindaklanjuti, saya minta dinas untuk bergerak dan tertangani. Sekarang itu semua dinas saya punya medsos, jadi cepat," terangnya.
"Kisah Raka itu viral di medsos, ada yang mention ke saya. Langsung saya tanggapi, saya teruskan ke dinas terkait dan langsung ditangani. Ada pula kisah nenek-nenek pengidap kanker yang tidak bisa berobat, langsung saya tindaklanjuti, saya minta dinas untuk bergerak dan tertangani. Sekarang itu semua dinas saya punya medsos, jadi cepat," terangnya.Penggunaan teknologi informasi dalam peningkatan pelayanan publik lanjut Ganjar sebenarnya tidak hanya melalui medsos. Sejumlah kanal aduan dibuka oleh dirinya selama memimpin Jawa Tengah."Semuanya masuk dalam program LaporGub, bisa melalui website, SMS, telepon, Twitter, Instagram, Facebook, Fanspage dan lainnya. Dan ternyata, antusiasme masyarakat melaporkan melalui kanal-kanal pengaduan ini sangat tinggi," terangnya.Ganjar menyatakan, hampir semua laporan yang masuk ke LaporGub selalu tertangani dengan cepat."Bahkan saya sering mengancam, kalau laporan masyarakat tidak ditangani dengan baik, siap-siap saja digeser," pungkasnya. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler