Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat bencana itu melanda, ratusan ribu warga mengungsi, puluhan ribu rumah rusak dan ratusan sekolah ambruk tidak bisa difungsikan, termasuk SDN 20 Tondo. Kini bangunan sekolah itu telah dibangun kembali dengan struktur yang bisa tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Pembangunan sekolah tahan gempa ini merupakan bantuan dari warga Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Keluarga Alumni UGM (Kagama) dan Fakultas Teknik UGM. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bangunan sekolah tersebut menggunakan sistem RISBA atau Rumah Instan Rangka Baja sehingga bisa tahan terhadap gempa.

"Inilah rasa cinta antar anak bangsa. Sakitnya Donggala, Palu adalah sakitnya kita semua. Investasi inilah yang tidak boleh putus, pendidikan dan persaudaraan," kata Ganjar saat dihubungi dari Semarang.

Sekolah tahan gempa ini dibangun dengan enam kelas plus ruang kantor, laboratorium, musala dan tiga toilet.

Tak hanya bangunannya saja yang tahan gempa, mebeler untuk kebutuhan belajar mengajar seperti meja juga dirancang tahan gempa. Meja belajar itu mempunyai kolong yang bisa digunakan untuk berlindung siswa saat gempa terjadi.

"Kelebihannya selain tahan gempa, mudah dan cepat dibuat karena struktur rangka baja," ujarnya.

Ganjar pun berharap ketersediaan fasilitas tahan bencana tersebut juga diimbangi dengan kemampuan SDM."Kita harapkan mereka melatih siswa pengurangan risiko bencana, kalau gempa apa yang mesti apa yang dilakukan," katanya.Wali (9) salah satu siswa kelas 4 SD tersebut mengaku senang sekolahnya bisa berdiri lagi. Ia bersama teman-temannya dan Ganjar Pranowo pun sempat mencoba menggunakan kolong meja, mensimulasikan jika terjadi bencana."Ini sudah dibangun lagi. Semoga tidak ambruk dan tidak ada gempa dan tsunami," kata Wali. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler