Skor Kebencanaan di Jateng Tinggi, Longsor dan Kebakaran Mendominasi
Ali Muntoha
Sabtu, 21 September 2019 13:36:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dengan skor ini menempatkan Jawa Tengah pada urutan ke-13 sebagai provinsi paling berisiko bencana di Indonesia. Bencana alam yang terjadi di provinsi didominasi oleh longsong dan kebakaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono menyebut, frekuensi kejadian bencana di Jawa Tengah selama 2016-2018 cukup tinggi dan fluktuatif.
Ia merinci, pada 2016 data kejadian bencana tercatat 1.574 kejadian. Jumlah itu mengalami kenaikan pada 2017 sebanyak 2.304 kejadian.
Sementara pada tahun 2018 tercatat 1.760 kejadian dengan dominasi bencana tanah longsor, kebakaran, dan angin topan.
"Tahun ini kebakaran juga melanda Gunung Merbabu, yang meliputi Wonolelo, Selo, dan Ampel. Selain di Gunung Merbabu, kebakaran juga terjadi Gunung Slamet yang meliputi wilayah Kabupaten Tegal, Brebes dan Banyumas, serta Gunung Merapi," ujarnya.
Kebakaran di Gunung Merbabu terjadi di hutan seluas 436 hektare. Kebakaran itu sempat padam pada Minggu (15/9/2019). Namun karena angin yang bertiup kencang, api kembali muncul di dua titik dan kembali membakar hutan.
Sedangkan kebakaran pertama di Gunung Slamet yang meliputi daerah Bumijawa seluas 15 hektare, kemudian meluas ke wilayah Banyumas, lalu melebar ke arah Sawangan Bumijawa seluas 225 hektare.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



