Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ribuan orang yang mempunyai konsen dalam pengendalian sampah dari seluruh Indonesia bakal ikut andil dalam kegiatan ini.

Bakal digelarnya konggres sampah mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Salah satunya dari pakar lingkungan hidup Undip Semarang Prof Syafruddin.

Apalagi menurutnya, Provinsi Jateng saat ini masuk dalam kategori darurat sampah. Meskipun tak separah Jatim yang produksi sampahnya tiap hari mencapai 19 ribu ton ler hari dan Jabar 27 ribu ton per hari, namun produksi sampah di provinsi ini menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan.

Ia mencontohkan, pada tahun 2016 saja produksi sampah di Jateng sudah mencalai 5,7 juta ton. Jumlah tersebut naik 335.070 ton dibanding 2015 yang sebesar 5,3 juta ton.

“Tiap hari, sampah di seluruh Jateng ini total mencapai 15.671 ton. Itupun data pada 2016,” katanya.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, perkembangan produksi sampah diperlukan treatment yang khusus. Selain harus ada pembagian tugas, kesadaran utama yang mesti dilakukan adalah membentuk gerakan pengurangan dan pengolahan sampah.

"Yang lebih urgent, soal keberanian pemerintah menegakkan peraturan. Sekarang ini keberanian pemerintah masih kurang, tidak pernah memberanikan diri mengkampanyekan aturan sampah," katanya.

Para pegiat sampah pun mengapresiasi langkah Ganjar yang menggelar kongres sampah sebagai upaya penanggulangan sampah di Jawa Tengah. Namun mereka berharap, kongres tersebut dapat menghasilkan langkah kongkret dalam upaya pengurangan sampah di masyarakat.

"Minimal, kongres sampah nanti dapat menghasilkan kebijakan dalam rangka merubah perilaku masyarakat tentang sampah. Tidak perlu bicara jauh-jauh dahulu, karena problem sampah sebenarnya ada pada perilaku masyarakat," kata Pegiat Bank Sampah Alam Pesona Lestari Semarang, Sri Ismiyati.
"Minimal, kongres sampah nanti dapat menghasilkan kebijakan dalam rangka merubah perilaku masyarakat tentang sampah. Tidak perlu bicara jauh-jauh dahulu, karena problem sampah sebenarnya ada pada perilaku masyarakat," kata Pegiat Bank Sampah Alam Pesona Lestari Semarang, Sri Ismiyati.Baca: Gubernur Ganjar Bakal Bikin Kongres SampahSementara itu, Putut Yulianto, Panitia Kongres Sampah menyebut jika konggres ini digelar sebagai komitmen Pemprov Jateng untuk mengendalikan sampah yang sudah masuk kategori darurat."Kami ingin mencari solusi dalam penanganan sampah. Baik dari sisi hulu sampai hilir, semua persoalan harus dikaji dan ditemukan solusinya," kata Minggu (6/10/2019).Selain itu, Kongres Sampah juga diharapkan menghasilkan peta dan praktik yang baik bagi pengelolaan sampah, meningkatkan SDM terkait pengelolaan sampah serta aktivasi bank sampah.Menurut dia, ada tiga rangkaian agenda dalam Kongres Sampah. Pra kongres meliputi diskusi-diskusi dengan pakar, pelaksanaan even dan pasca even.Kongres Sampah melibatkan sedikitnya 1.500 orang dari seluruh provinsi di Indonesia. Terdiri dari aktivis sampah, pemerintah dari daerah sampai pusat hingga para akademisi dan akan jadi agenda tahunan dan menghasilkan perkembangan pengelolaan sampah yang signifikan.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler