Dewan Minta Tol Semarang-Demak yang Jadi Tanggul Laut Tak Rusak Ekosistem
Ali Muntoha
Selasa, 15 Oktober 2019 14:57:18
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, dari panjang tol itu kurang lebih 10,63 kilometer nantinya difungsikan sebagai tanggul laut. Yang membentang dari Kaligawe di Kota Semarang hingga Morosari Kabupaten Demak.
"Kami menyambut baik, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob. Tapi ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas," kata Selasa (15/10/2019).
Menurut anggota FPKS DPRD Jateng tersebut, daerah yang ditanggul merupakan daerah hilir dari Kali Babon dan Kali Sringin. Daerah ini juga disebutnya sebagai titik terparah abrasi selama ini. Sehingga diperlukan penanganan khusus.
Pihaknya menginginkan agar proyek pembangunan itu tak berdampak buruk terhadap ekositem di kawasan yang akan ditanggul. Ia khawatir perencanaan yang tak matang justru akan berdampak serius.
"Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora fauna perlu benar-benar diperhatikan. Jangan sampai niat baik berujung kerusakan, karena kurang matangnya perencanaan," ujarnya.
Menurut Alumni Magister Ilmu Lingkungan Undip itu, berdasarkan Detail Engeneering Design (DED) selain tanggul laut, pembangunan jalan tol itu juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai antisipasi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



