Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, dari panjang tol itu kurang lebih 10,63 kilometer nantinya difungsikan sebagai tanggul laut. Yang membentang dari Kaligawe di Kota Semarang hingga Morosari Kabupaten Demak.

"Kami menyambut baik, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob. Tapi ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas," kata Selasa (15/10/2019).

Menurut anggota FPKS DPRD Jateng tersebut, daerah yang ditanggul merupakan daerah hilir dari Kali Babon dan Kali Sringin. Daerah ini juga disebutnya sebagai titik terparah abrasi selama ini. Sehingga diperlukan penanganan khusus.

Pihaknya menginginkan agar proyek pembangunan itu tak berdampak buruk terhadap ekositem di kawasan yang akan ditanggul. Ia khawatir perencanaan yang tak matang justru akan berdampak serius.

"Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora fauna perlu benar-benar diperhatikan. Jangan sampai niat baik berujung kerusakan, karena kurang matangnya perencanaan," ujarnya.

Menurut Alumni Magister Ilmu Lingkungan Undip itu, berdasarkan Detail Engeneering Design (DED) selain tanggul laut, pembangunan jalan tol itu juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai antisipasi.

"Di sana banyak spesies mangrove yang khas dan banyak biota laut dan sungai yang perlu dicarikan solusinya," katanya.Apalagi menurut dia, proyek yang direncanakan menghabiskan dana Rp 12,24 triliun tersebut membutuhkan lahan sebesar 5.352.216 meter persegi, atau setara dengan 1.523 bidang tanah. Dan saat ini yang sudah dibebaskan 446.426 meter persegi  (8,34%).Ada 21 kelurahan/desa yang terlewati dan tersebar di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Genuk di Kota Semarang, Sayung, Karangtengah, Wonosalam dan Demak.Tol itu akan dikelola Badan Usaha Jalan Tol PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak yang merupakan Konsorsium PTPP, WIKA dan MMM. Ditargetkan pembangunan selesai tahun 2024. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler