Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan kondisi ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar warga kembali menggalakkan ronda. Namun ronda yang disarankan Ganjar adalah ronda jenis baru. Bukan hanya berjaga di malam hari untuk menangkal pencuri dan lainnya, tetapi juga memastikan orang-orang yang datang di kompleks warga itu tak membawa paham radikal.

"Saya usulkan ada ronda jenis baru di Jawa Tengah. Bukan keamanan malam menghadapi maling, namun untuk memastikan siapa saja tetangga dan tamu di sekitar tempat tinggal masing-masing adalah orang baik-baik dan tidak bermasalah," kata Ganjar, Kamis (17/10/2019).

Ganjar meminta semua elemen masyarakat peduli dan peka dengan kondisi sekitar. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan silaturahmi antarsesama, termasuk dengan tamu yang datang.

"Sehingga masyarakat menjadi mengerti, siapa tetangga mereka dan tamu mereka. Saya minta semua tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan level paling bawah seperti RT,  dapat memantau dan menjalankan ini," ujarnya.

Dengan kekuatan sektor terkecil tersebut, maka gerak langkah kejahatan terorisme dapat terdeteksi. Kalau ada warga yang tidak mau diajak ketemu, tidak mau kumpul, dapat diketaui sejak dini.

"Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan-tindakan lainnya," terangnya.
"Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan-tindakan lainnya," terangnya.Ganjar menyebut, sangat sulit untuk mengelompokkan pelaku teror ada di mana, jaringan apa dan sebagainya. Hal itu nyaris tidak mudah untuk terdeteksi, karena mereka telah membaur dalam masyarakat.Bahkan lanjut dia, tidak hanya pada masyarakat sipil, di lingkungan pemerintahan, pendidikan dan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri juga sudah disusupi para pelaku. Mereka terus bergerilya untuk menebarkan paham radikalisme dan menebar teror."Maka, kalau masyarakat mau membantu, tentu tugas pemerintah akan semakin mudah dan kita semua bisa hidup tanpa rasa takut. Kesadaran inilah yang sangat penting, agar masyarakat waspada pada ajaran-ajaran yang tidak pas dan bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler