Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Rumah sakit provinsi saya haramkan menolak pasien. Apapun kondisinya, semiskin apapun, negara harus bertanggungjawab," katanya, Jumat (8/11/2019).

Tujuh rumah sakit milik Provinsi Jateng itu yakni RSUD Dr Moewardi Surakarta, RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, RSUD Kelet Jepara, RSJD Surakarta, RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten, dan RSUD Tugurejo Semarang.

Pernyataan ini juga sempat diutarakan Ganjar di hadapan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, saat meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Magelang, Kamis (7/11/2019) kemarin.

Ganjar menyatakan rumah sakit milik pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Ia berharap, komitmen ini juga diikuti oleh rumah sakit-rumah sakit lain, termasuk rumah sakit swasta.

Ia juga berharap keberadaan rumah sakit membantu menyelesaikan banyaknya PR pemerintah di bidang kesehatan. Seperti stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Selain itu, mampu menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.  "Minimal cuci tangan sebelum makan. Berikutnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, terutama soal sampah. Ini problem sangat serius," pesannya.Pernyataan Ganjar itu ternyata diamini oleh KH Ma’ruf Amin. Menurut dia, rumah sakit harus bisa memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat."Saya sepakat dengan Pak Gubernur (Ganjar Pranowo), mudah-mudahan rumah sakit bisa memberikan pelayanan optimal. Tidak hanya menangani orang sakit, tapi juga melakukan upaya-upaya pencegahan. Promotif lebih penting supaya tidak banyak orang yang sakit. Oleh karena itu perlu digalakkan Germasnya. Gerakan masyarakat hidup sehat," jelasnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler