Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kesempatan itu Ganjar juga melakukan video conference bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edi Prabowo yang berada di Teluk Lamong, Gresik, Jawa Timur. Ganjar memberikan laporan bahwa kinerja ekspor perikanan Jateng tahun ini mencapai Rp 2,4 triliun.

Ia juga meminta petunjuk dari menteri agar bisa meningkatkan ekspor perikanan di Jawa Tengah.

"Tahun ini kinerja ekspor kita di Jawa Tengah secara keseluruhan Rp 2,4 triliun dan rajungan masih nomor satu, masih dominan. Mudah-mudahan kita semua mendapat petunjuk dari Pak Menteri agar kita lebih pintar lagi," ujarnya.

Ia menyebut, selain rajungan komoditas ekpor hasil perikanan terbesar lainnya adalah udang dan kerupuk udang. Ganjar menilai, dengan capaian tersebut Jawa Tengah bisa menjadi juara ekspor perikanan.

"Ternyata penampilan ekspor kita di bidang perikanan bagus. Tahun ini sampai bulan Oktober mencapai Rp 2,4 triliun. Saya curiga Jateng ini juara ekspor perikanan. Potensi kelautan dan perikanan kita sungguh dahsyat. Kalau pasar sudah bagus maka masukkan pada customer premium," katanya.

Ganjar mengakui potensi rajungan di Jateng tersebar di sepanjang pantura, mulai dari Brebes sampai Rembang.

Sementara potensi lain untuk ekspor perikanan adalah Tilapia. Tilapia uang dikembangkan di Klaten saat ini sudah menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat. Hal itu mendorong Pemprov Jawa Tengah untuk mengembangkan dan bisa dipelajari oleh orang lain.
Sementara potensi lain untuk ekspor perikanan adalah Tilapia. Tilapia uang dikembangkan di Klaten saat ini sudah menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat. Hal itu mendorong Pemprov Jawa Tengah untuk mengembangkan dan bisa dipelajari oleh orang lain."Tilapia atau ikan nila di Klaten sudah diekspor ke Amerika. Ternyata Tilapia ini tidak terlalu banyak diketahui, jadi saya ingin prospek ini kemudian dikembangkan. Kalau ada yang mau belajar silakan datang ke Klaten, sudah ada champion-nya di sana," ungkapnya.Ganjar mengatakan pengembangan sektor perikanan tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif. Di antaranya bisa mendobrak ekonomi nasional dengan meningkatkan devisa, memberdayakan potensi yang ada di daerah-daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang Raden Gatot Perdana menyebutkan dalam ekspor raya hasil perikanan, Jawa Tengah telah mengekspor 41.289 ton dengan nilai Rp 2,4 triliun.Sementara dalam bulan Oktober 2019 sudah ada ekspor hasil perikanan mencapai Rp 790 miliar. Hasil perikanan tersebut diekspor ke 11 negara, di antaranya ada Amerika Serikat, Italia, China, Taiwan, Filipina, Singapura, dan beberapa negara lainnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler