Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Stiker yang ditempel Ganjar pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia), Minggu (8/12/2019) itu berisi tulisan 'Yen Aku Korupsi, Ora slamet'. Tulisan inilah yang membuat para PNS keder.

Karena kini semua mobil dinas milik Pemprov Jateng diinstruksikan untuk ditempeli stiker ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemprov Jateng Prasetyo Aribowo, menyebut baru mendapatkan stiker itu, Selasa (10/12/2019) pagi tadi. Stiker itu pun menurutnya langsung dipasang di mobil dinasnya yang berpelat nomer H 32.

“Langsung ditempel di mobil dan saya foto, saya kirimkan ke grup WA keluarga dan teman-teman,” katanya.

Tak hanya di mobilnya Prasetyo, stiker serupa juga ditempel di mobil dinas para pejabat lain di Pemprov Jateng. Dan diakui beberapa hari setelah aksi Ganjar itu sudah memunculkan efek takut di kalangan PNS.

Bahkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tavip Supriyanto mengaku mendengar selentingan-selentingan anak buahnya soal itu.

"Ini kalau ada apa-apa bagaimana ini. Kalau kita kecelakaan dikira ada kejadian (korupsi) bagaimana?. Ada beberapa teman yang bilang seperti itu," kata Tavip.

Baca: Ganjar Tempeli Mobil Dinas Pemprov Jateng Stiker ‘Yen Korupsi, Aku Ora Selamet’

Tavip menyadari curhatan anak buahnya tersebut. Karena Bapenda selama ini dianggap sebagai "lahan basah" yang rentan praktik penyimpangan, khususnya di Samsat. Dengan adanya penegasan sikap melalui stiker itu Tavip berharap akan membuat dirinya dan anak buahnya semakin berhati-hati.

"Tidak hanya kata-kata di stiker itu, Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi kita pakai tagline di manapun. Karena kita sangat rentan untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan. Di lapangan kita tidak bisa mengawasi satu persatu karena ada dari kepolisian, Jasa Raharja dan lainnya," ujarnya.
"Tidak hanya kata-kata di stiker itu, Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi kita pakai tagline di manapun. Karena kita sangat rentan untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan. Di lapangan kita tidak bisa mengawasi satu persatu karena ada dari kepolisian, Jasa Raharja dan lainnya," ujarnya.Untuk itu pihaknya juga menggandeng kepolisian untuk semakin memperbaiki layanan di Samsat. Bahkan hari ini baru saja dia bersama Kapolres Purworejo meluncurkan modernisasi sistem pengecekan fisik kendaraan di Samsat."Tadi Kapolres langsung menekankan, dengan cek fisik seperti ini kita tidak menerima sesuatu dari wajib pajak. Tidak ada pungutan sama sekali di ruang cek fisik. Tidak ada biaya cek fisik. Cek fisik ini modern, begitu mobil masuk sudah terpotret fisiknya," terangnya.Selain memberi efek takut, tulisan dalam stiker itu juga membuat semangat para pejabat untuk menindak aparatnya yang berani main-main.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, AR Hanung Triyono mengatakan, pihaknya semakin PeDe menindak stafnya yang nakal bahkan tidak akan segan memutus kontrak penyedia jasa."Kita blacklist dan putus kontrak jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kepada karyawan/staf, akan kita pecat jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi," terangnya.Hal serupa juga dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng Sujarwanto. Ia mengatakan bukan hanya dirinya yang tidak akan selamat jika korupsi, tapi penambang-penambang ilegal juga tidak akan selamat karena tuah kalimat itu."Itu tekad yang total memerangi korupsi. Saya berulang kali ngomong sama penambang, penambang yang ilegal itu saya doakan tidak selamet. Itu kan korupsi juga. Doa saya hanya satu itu. Ini langkah saya untuk berani memerangi mereka," pungkasnya. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler