Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di Surakarta Kerajaan Pajang dihidupkan lagi oleh Suradi di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Ia mengaku telah dinobatkan sebagai Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV.

Sementara di Cepu Blora muncul Keraton Djipang dipimpin oleh PRA Barik Barliyan Surowiyoto telah dan menyebut telah berdiri sejak 2014. Kedua keraton ini menyebut berbeda dengan Keraton Agung Sejagat yang meresahkan warga. Mereka mengklaim sebagai merawat budaya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun angkat suara. Ia mengatakan, sudah mendengar keberadaan keraton di Cepu tersebut. Dari hasil penyelidikan menurut dia, keraton itu orientasinya untuk pariwisata.

"Itu beda dengan yang di Purworejo (Keraton Agung Sejagat). Kalau di Purworejo itu kan ngeri, kalau ndak dukung disumpahin tidak selamat, dikutuk dan sebagainya. Kalau yang di Blora ini tidak ada ancaman seperti itu," kata Ganjar, Jumat (17/1/2020).

Ia juga menyebut, selama ini tidak ada keresahan masyarakat yang muncul atas keraton ini. Meski demikian, ia menyatakan telah memerintahkan Kesbangpolinmas untuk melakukan pengecekan.

Baca juga:

Ganjar mengatakan, untuk penanganan Keraton Djipang di Blora akan berbeda dengan Purworejo. Sebab di Purworejo, banyak sekali kejanggalan yang muncul dan bahkan diduga mengandung unsur penipuan dan merugikan ekonomi masyarakat."Selama ini relatif tidak ada geger genjik (keributan) di sana (Blora). Maka nanti biar dicek oleh Kesbangpolinmas kami," ucapnya.Ganjar juga meminta masyarakat untuk tidak sembarangan mendirikan kerajaan atau keraton. Ia mewajibkan seluruh masyarakat yang ingin mendirikan kerajaan untuk melapor."Barang siapa mau mendirikan kerajaan atau ada kerajaan masa lalu, lapor ke kami. Tolong kami diajak bicara agar kami mengerti dan tidak menimbulkan kegaduhan," terangnya.Disinggung terkait Keraton Agung Sejagat, Ganjar awalnya mengira itu adalah penemuan situs. Namun ternyata, ada orang yang mendeklarasikan diri sebagai raja dan ratu."Akhirnya kami turunkan tim dari Kesbangpol, dari Pemkab Purworejo juga turun, dandim, kapolres semuanya turun tangan. Karena meresahkan, akhirnya praktik itu dihentikan. Kami tidak ingin hal itu terjadi lagi, maka tolong kalau mau mendirikan keraton, lapor ke kami," pungkasnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler