Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelumnya, RSUD dr Moewardi Solo juga dikabarkan tengah merawat pasien suspect corona. Namun kabar itu dibantah pihak rumah sakit, lantaran pasien itu tak punya riwayat bepergian ke Tiongkok atau negara-negara yang terpapar virus tersebut.

Sementara di RSUD Margono Soekarjo tengah melakukan obeservasi terhadap warga negara asing (WNA) di Cilacap yang baru datang dari Wuhan, Tiongkok. Begitu juga di RSUP dr Kariadi Semarang ada pasien dengan keluhan flu dan punya riwayat pernah bepergian ke Tiongkok.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat agar tak panik. Ia menyatakan, telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

" Masyarakat tidak perlu panik. Yang di Kariadi belum dipastikan, saya minta cek langsung. Komunikasi langsung dengan pengelola rumah sakit.," kata Ganjar, Selasa (28/1/2020).

Ia juga mengakui mendapat laporan adanya pasien terduga terpapar virus corona di Cilacap dan RSUP dr Kariadi. Saat ini menurutnya, semuanya sudah dalam penanganan medis.

Untuk pasien di Cilacap menurut Ganjar yang terduga terpapar, merupakan WNA Shanghai yang baru datang dari Wuhan untuk liburan di Cilacap.

"Datang ke Cilacap bersama keluarga liburan dari Wuhan. Mengeluh batuk pilek sekarang sedang diobservasi di rumah sakit," tandasnya.

Ganjar juga memastikan, pemantauan di perbatasan sudah diperketat sejak virus ini menyebar. Sejumlah rumah sakit juga telah disiapkan sebagai rujukan jika ada pasien suspect corona. Rumah-rumah sakit ini telah dilengkapi dengan ruang isolasi.

”Saat virus ini baru menyebar, kami sudah perintahkan pintu masuk Jateng dijaga. Ada posko untuk pengecekan. Rumah sakit juga harus lapor juga ada dugaan,” teranganya.Baca: RSUD Kudus Siapkan Ruang Isolasi Pengidap CoronaOleh karenanya, Ganjar juga meminta masyarakat tak panik dan segera memeriksa ke instalasi kesehatan jika merasakan gejala-gejala seperti batuk, pilek dan sesak napas.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, ada 10 rumah sakit yang disiagakan untuk melayani pasien suspect corona.Rumah-rumah sakit itu yakni, RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUD Dr Moewardi Solo, RSUD Tidar Magelang, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Banyumas, RSUD Kardinah Kota Tegal.”Ada juga beberapa rumah sakit di Kudus, Klaten, dan Kendal. Kami aktifkan kewaspadaan terhadap kasus ini. Tenaga kesehatan juga sudah siap," terangnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler