Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini dikatakan Ganjar saaat memberikan pengarahan di depan pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Senin (17/2/2020).

"Ikhlaslah dalam bekerja. Jika ingin merasakan bahagia, aja seneng sambat (jangan suka mengeluh). Harus berani dan jangan takut,” kata Ganjar.

Ia menyatakan, sering mengundang ustaz untuk memberikan pemahaman dan pengertian tentang rasa kepada para pegawai. Termasuk bagaimana harus bersikap ikhlas dalam bekerja.

”Saya sering mengundang ustaz untuk ngandani (menasehati) itu untuk menjaga rasa, karena rasa itu sama. Kalau diingatkan itu kita akan selalu kelingan. Jagalah kekompakan, ikhlas, lillahi ta'ala," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan dosen UIN Walisongo Fahrurrozi, yang memberikan tausiyah dalam kesempatan itu. Ia menyebut, jabatan yang dititipkan oleh Allah harus menjadi pengabdian.

Sedangkan kantor, harus menjadi hamparan sajadah, sehingga dapat merasakan pekerjaan itu sebagai ibadah.
Sedangkan kantor, harus menjadi hamparan sajadah, sehingga dapat merasakan pekerjaan itu sebagai ibadah."Ibadah itu bisa di tempat bekerja. Kerja jangan diniati nyari duit. Tidak usah diniati saja pasti digaji. Sehingga, duitnya didapat, berkahnya juga. Untuk itu, janganlah mengeluh setiap apapun. Dengan melihat orang lain, dan membandingkannya, ia tidak akan pernah bahagia, mau di dinas atau bagian apapun," tutur Fahrurrozi.Jika orang itu bahagia, kata dia, akan selalu bersyukur, bekerja pun akan maksimal dan terasa nikmat. Ia mencontontohkan, ketika sedang berkendara menunggu lampu hijau menyala. Hitungan 100 detik, jika tidak mengeluh dan memanfaatkannya dengan mendengarkan musik, baca sealawat atau dihadapi dengan bahagia, akan terasa cepat.Berbeda dengan menunggu lampu hijau 100 detik sambil menggerutu, mengeluh atau bahkan dengan mengumpat, menyalahkan sana sini, Waktu 100 detik akan dirasa sangat lama. Meski sama-sama menghadapi satu masalah, akan terasa berbeda karena cara menyikapinya berbeda. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler