Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari dua pasien positif ini, satu pasien telah meninggal dunia, dan satu lagi masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, setelah satu pasien positif corona meninggal dunia, pihaknya langsung melakukan langkah cepat.

“Kami melakukan tracking dengan melibatkan pihak terkait. Juga koordinasi dengan Jabar dan Jatim. Karena pasien pernah ke Bogor dan dimakamkan di Jatim,” kata Ganjar dalam jumpa pers di Puri Gedeh, Jumat (13/3/2020) sore.

Ganjar menyebut, saat ini para pasien dirawat di sejumlah di sejumlah rumah sakit. Yakni di RS Moewardi Surakarta ada tiga orang dengan satu orang positif corona. Kemudian di RS Tidar Magelang ada dua orang, RS Margono, RS Tugurejo dan RSUD Kariadi Semarang masing-masing satu orang.

"Situasi terkini pandemi di Jateng total seperti itu. Juga ada satu yang dirawat intensif," katanya.

Ia menyatakan, tracking terhadap riwayat perjalanan dan kontak pasien meninggal. Termasuk melakukan isolasi terhadap beberapa tempat dan toko, yang sempat disinggahi korban.

“Sejak malam, kita tracking di beberapa titik. Empat toko di Solo kita tutup sementara, diisolasi satu hari palinglah untuk diperiksa,” ujarnya.

Baca: Pasien Meninggal di Solo Positif Corona, Ganjar Perintahkan Riwayat Kontak Dilacak

Pihaknya juga mengimbau kepada warga yang punya riwayat pernah berkontak langsung dengan pasien meninggal agar segera melapor ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Pasien yang meninggal menurut Ganjar telah dimakamkan di Jawa Timur. Sementara satu pasien lagi yang positif Covid-19 merupakan lanjutan dari kasus pasien yang telah meninggal.Ganjar menyatakan, saat ini pihaknya terus melakukan updating data, dan melakukan epmantauan ketat terhadap rumah sakit di Jateng. Bahkan hal tersebut dilakukan sejak kali pertama virus Corona mewabah di Wuhan, Tiongkok."Setiap hari Kadinkes melaporkan. Sejak dari Wuhan. Dan seluruh rumah sakit di Jateng melapor ke Dinkes setiap hari. Saya sudah ngaji kepada ilmuwan bahwa virus ini akan mengalami tiga gelombang," kata Ganjar.Gelombang pertama, kata Ganjar, mewabahnya virus tersebut di Tiongkok. Gelombang kedua menjalar ke berbagai negara yang akhirnya sampai di Indonesia. Dan gelombang ketiga virus ini jadi pandemi.Ganjar juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 13 rumah sakit sebagai rujukan corona di Jawa Tengah. Selain lima rumah sakit yang telah merawat pasien suspect, rumah sakit lain yakni RS Kraton Pekalongan, RS Kardinah Tegal, RS Paru Ario Wirawan, RS Loekmono Hadi Kudus, RS Soewondo Kendal, RSUD Banyumas, RSUP Soeraji Tirtonegoro Klaten dan RSUD Wongsonegoro Semarang."Sosialisasi ini kita harap agar masyarakat mendapatkan penjelasan dengan baik. Kita butuh partisipasi masyarakat untuk melapor," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler