Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, mereka mudik dengan cara umpetan-umpetan (sembunyi-sembunyi) dan melakukan berbagai cara untuk menghindari petugas. Bahkan dari gambar-gambar yang diterimanya, membuatnya sangat prihatin.

"Saya dikirimi beberapa gambarnya. Ada yang mobilnya dimasukkan ke dalam truk, ditutupi barang. Ada juga, enggak tahu benar apa tidak, orang naik kontainer. Tolong lah, jangan seperti itu, itu bahaya," kata Ganjar.

Ganjar menyayangkan kondisi ini. Lantaran kondisi itu bica membahayakan, dan menghambat upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Apalagi menurut dia, ada tujuh orang yang mudik naik travel ke Cilacap, semuanya dinyatakan positif corona.

"Saya ingatkan, bahaya sudahlah. Blak-blakan saja kalau mau mudik. Kalau memang harus pulang, uruslah surat minta izin dan sebagainya. Urus saja izinnya, saya kira pemerintah juga akan bijaksana," ujarnya.

Meski begitu, Ganjar tetap meminta agar warga Jateng yang ada di Jabodetabek dan kota besar lainnya untuk tidak mudik tahun ini. Sebab dengan cara itu, maka rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.

"Kalau anda bisa bertahan, tolong tetap bertahan. Nanti kami urus kok. Jangan khawatir, nanti kami urus. Setiap hari saya membalas WA, telepon, SMS bahkan DM soal itu. Ada mekanisme yang dapat ditempuh untuk itu, tolong patuhi peraturan pemerintah," pintanya.

Menurutnya, persoalan mudik memang kompleks. Ia meminta masyarakat menggunakan hati dan perasaan untuk memahami persoalan ini.Ia juga meminta pemerintah pusat untuk benar-benar memastikan masyarakat yang tidak pulang untuk mendapatkan insentif."Sekali lagi saya tekankan, tolong jangan pulang. Apalagi ngumpet-ngumpet itu bahaya. Nanti duduk empet-empetan dengan penumpang lain, udara pengap tidak sehat, tidak pakai masker, tangannya tidak dicuci dan sebagainya. Ini kan bahaya," ucapnya.Pihaknya lanjut Ganjar akan terus mengantisipasi pemudik yang nekat pulang kampung. Bupati/Wali Kota sampai kepala desa se-Jateng sudah mempersiapkan protokol kesehatan masing-masing dan menyediakan tempat karantina."Kalau ada pemudik langsung dikarantina dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa menanggulangi," pungkasnya. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler