Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ini dikatakan Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kepada sejumlah media, Rabu (29/4/2020). Alasannya, peningkatan kasus corona di tiga kota ini sangat besar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, prediksi itu bisa saja benar-benar terjadi jika masyarakat tak disiplin dalam menjalanan protokol kesehatan, serta membatasi aktivitas.

"Kalau masyarakat tidak disiplin, bukan tidak mungkin Kota Semarang akan benar-benar menjadi episentrum baru," kata Ganjar, Kamis (30/4/2020).

Ganjar mengakui, jumlah kasus corona di ibu kota Jawa Tengah cukup tinggi. Hingga siang ini tercatat ada 117 kasus positif Covid-19.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah melakukan tindakan dengan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Bahkan Ganjar menyebut jika PKM itu, pada prinsipnya sama dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yang paling utama menurut dia adalah soal ketertiban masyarakat."Kita belajar di PSBB Jabodetabek, mereka melakukan hal yang sama yakni pengetatan, tapi di daerah pinggiran masih ada kerumunan. Jadi intinya bukan PKM atau PSBB, tapi kesadaran dari masing-masing masyarakat untuk bisa mengerti, memahami dan disiplin jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan lainnya," tegasnya.Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jateng dengan kasus corona tertinggi. Dari laman siagacorona.semarangkota.go.id pada Kamis (30/4/2020), jumlah kasus positif di Kota Semarang mencapai 117 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 629 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 287. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler