Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kamis (28/5/2020) arsitek dari tiga desain itu memaparkan konsep desain mereka di hadapan Ganjar. Satu peserta memaparkan secara langsung, sementara dua peserta memaparkan secara virtual.

Ketiga calon juara itu adalah peserta dengan kode pengiriman MAJT 062 dari Yogyakarta, MAJT 012 dari Bandung, dan MAJT 082 dari Malang.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, ketiga desain terbaik itu juga mendesain MAJT sebagai tempat wisata religi, ekonomi dan lainnya.

Mereka mendesain plaza yang indah, beberapa tempat untuk aktivitas jual beli, hall, perpustakaan dan sebagainya.

Para peserta juga tak hanya mengedepankan keindahan, tapi juga fungsi dan manfaat serta mengutamakan faktor lain seperti bencana, aksesibilitas dan sebagainya.

Lalu seperti apa konsep dari tiga desain terbaik itu?

 

Desain Kode MAJT 062

[caption id="attachment_188870" align="aligncenter" width="880"] (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Konsep desain masjid yang diusung tim arsitek ini sangat kental dengan budaya Jawa dengan bentuk joglo terbelah dua.

"Tema yang kami usung selain masjid sebagai tempat ibadah yang Islami, juga mengusung kebudayaan Jawa Tengah. Kami mengedepankan itu, dan saat ada orang melintas di depannya atau masuk ke dalamnya, mereka bisa merasakan ini Jawa Tengah banget," kata Made Oka Handara, tim arsitek dari MAJT 062.

 

Desain Kode MAJT 012

[caption id="attachment_188871" align="aligncenter" width="880"] (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Arsitek MAJT 012 Ade Yuridianto asal Bandung mengatakan, tema desain masjid yang diusungnya, menggunakan arsitektur atap Jawa berupa Tajug. Atap didesain melengkung lengkap dengan interior dan eksterior khas Jawa Tengah."Berbagai material yang digunakan juga menggunakan material lokal, seperti batu candi dan lainnya. Bentuknya saya mengadopsi penuh dengan kearifan lokal di Jawa Tengah," kata Ade. Desain Kode MAJT 082[caption id="attachment_188872" align="aligncenter" width="880"] (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]Rahardian Prajudi, arsitek dari desain dengan kode MAJT 082 mengusung tema Gunungan Jroning Pakuning Tanah Jawi. Rahardian membuat desain MAJT yang terinspirasi oleh Gunung Tidar."Gunung Tidar itu ada di Magelang dan merupakan Pakuning Tanah Jawi. Jadi, desain saya buat mirip dengan gunungan agar bisa menggambarkan kuatnya budaya Jawa," terangnya.Sementara itu, Ganjar Pranowo mengaku sempat kebingungan memilih mana yang terbaik dari tiga desain itu. Ia pun memberikan keputusan sepenuhnya kepada dewan juri. Dewan juri ini terdiri dari arsitek, antropolog, tokoh agama dan ahli berbagai disiplin ilmu."Kami ingin seluruh bangunan yang ada itu desainya menarik. Kemenarikannya ini tidak dari kaca mata kita, tapi kita libatkan partisipasi masyarakat. Di luar dugaan, setelah disayembarakan hasilnya bagus-bagus," katanya.Baca: Desain Ini Akhirnya Terpilih untuk MAJT MagelangYang membuatnya bangga, dari ketiga calon pemenang itu merupakan arsitek yang masih muda-muda. Nantinya, dari tiga desain itu akan dipilih satu untuk diterapkan dalam pembangunan MAJT Magelang. Setelah ditentukan pemenang, maka penyusunan DED segera dilakukan."Mudah-mudahan bisa mulai dikerjakan tahun depan. Ini sekaligus untuk merangsang dan mendorong kembali ekonomi bisa bergulir," terangnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler