Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salat ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Jemaah yang ikut pun hanya dibatasi maksimal 100 orang saja.

Selain itu, sejak masuk ke lokasi seluruh jemaah dicek kesehatannya oleh petugas. Mereka juga wajib memakai masker dan hand sanitizer sebelum masuk ruangan.

Di dalam ruangan, para saf jemaah dibatasi jarak menggunakan lakban. Khotbah yang dibacakan juga sangat pendek, yakni hanya sekitar tujuh menit.

ada yang beda dari pelaksanaan salat Jumat di Gradhika itu. Yakni adanya bacaan Qunut Nazilah atau doa berlindung dari bencana sebelum sujud rakaat terakhir.

Ganjar mengakui, ini merupakan kali pertama ia salat Jumat berjemaah sejak pandemi

"Memang umat sudah rindu untuk bisa melaksanakan salat Jumat berjemaah seperti ini, termasuk saya. Makanya hari ini kita coba laksanakan untuk latihan," kata Ganjar.

Baca: MUI Jateng Bolehkan Ibadah di Masjid Khusus Daerah Ini, Ganjar Ajak Latihan New Normal

Pelan-pelan lanjut dia, semua harus dipersiapkan dengan matang. Masyarakat butuh contoh agar memahami kondisi ini. Oleh karenanya, ia menggelar salat Jumat di kantor gubernuran.
Pelan-pelan lanjut dia, semua harus dipersiapkan dengan matang. Masyarakat butuh contoh agar memahami kondisi ini. Oleh karenanya, ia menggelar salat Jumat di kantor gubernuran."Saya tidak memilih di masjid, tapi di Gradhika untuk mengatur semuanya. Tadi jemaah yang mau ikut 200, saya minta 100 saja. Ini tadi mendadak, jadi sekalian mau saya lihat apakah bisa berjalan, kalau di sini kan jemaahnya kawan-kawan ASN, jadi lebih mudah diatur," ujarnya.Dari pelaksanaannya itu, Ia melihat semua sudah berjalan sesuai harapan. Protokol dijalankan ketat dan semua tertib."Tapi tadi saya tidak melihat saat ke luar apakah mereka mau tertib tidak. Ini tentu akan kami evaluasi. Harapannya bisa memberikan contoh untuk tempat lainnya," terangnya.Ganjar mengatakan, bersama MUI, pihaknya sudah menggelar rapat dan belum membolehkan seluruh daerah di Jawa Tengah melaksanakan salat Jumat di masjid. Yang diperbolehkan menurut dia, hanya masjid-masjid yang berada di zona hijau."Prioritasnya hanya di daerah yang sudah hijau. Makanya sekarang kita latihan dulu, agar nantinya bisa berjalan baik. Tidak hanya saat prosesi beribadah di dalam, tapi mulai masuk sampai keluar semua harus tertib. Jamaah juga harus dibatasi, maka ada skenario dibuat sif, saya tanya ke beberapa ulama kan memang boleh," pungkasnya. (lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler