Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Disdikbud pun memerintahkan kepala SMA/SMK dan SLB negeri di Jateng untuk untuk memperketat proses validasi dan verifikasi data pendaftar. Proses ini akan berlangsung mulai Senin (22/6/2020) hingga Kamis (24/6/2020) mendatang.

Pendaftar yang kedapatan memasukkan data yang dipalsukan, diancam akan dikenai sanksi. Berupa dikeluarkan atau maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan.

Meski demikian, ada cara supaya para pendaftar yang tak jujur itu tak dikenai sanksi. Kepala Disdikbud Jateng Jumeri mengatakan, cara tersebut yakni dengan

Ada sanksi jika nanti segera membatalkan pendaftarannya, yakni dengan memperbaiki kembali sesuai data yang ada untuk kemudian mendaftar kembali.

”Mereka yang melakukan perbaikan itu, tidak akan dikenai sanksi apapun. Namun apabila setelah pengumuman penerimaan dilakukan dan diketahui ada pelanggaran atau laporan masyarakat mengenai indikasi pelanggaran dan bisa dibuktikan, maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan,” katanya, Senin (22/6/2020).

Jumeri mengatakan, pihaknya sudah menerima banyak laporan dan aduan tentang adanya ketidakjujuran pengisian data dalam aplikasi PPDB. Baik nilai rapor, surat keterangan domisili, kartu keluarga (KK) dan sertifikat kejuaraan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

"Menindaklanjuti aduan itu, saya memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah ketat dalam melakukan validasi dan verifikasi data yang masuk," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat luas untuk membantu mengawasi dan melaporkan jika ada indikasi kecurangan.

Baca: Ada yang Nekat Nitip Masukin Anak dalam PPD ke Ganjar: Tetek Bengek AlasaneMenurutnya, integritas memang sangat ditekankan dalam proses penerimaan PPDB tahun ini. Sebab dengan mekanisme online dan beberapa persyaratan yang khususkarena wabah Covid-19, ada potensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran.Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berkali-kali mengingatkan orang tua dan calon siswa untuk jujur dalam pengisian data PPDB. Intrgritas harus menjadi pondasi dalam proses PPDB tahun ini."Ketika mengisi data, harus sesuai kenyataan. Kalau tidak, meskipun calon siswa diterima dan dicek datanya salah, maka langsung kami coret," kata Ganjar.Ganjar juga mengingatkan agar orang tua siswa tidak menggunakan cara kolusi untuk mendaftarkan anaknya. Diakuinya, banyak orang tua yang menitipkan anaknya kepada Ganjar agar bisa masuk sekolah yang diinginkan."Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasannnya, intinya biar bagaimana caranya si anak bisa masuk. Jadi sebenarnya jangan seperti itu, kita harus mengedukasi anak-anak untuk jujur. Enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler