Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pendataan yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah, Kabupaten Jepara menjadi yang tertinggi dalam hal ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan menyebut jika klaster penyebaran corona di Jepara tidak jelas.

“Penambahan ini hampir semua (daerah). Kabupaten Jepara tertinggi, dan tidak jelas klaster penularannya. Ini cukup berbahaya,”  katanya, Senin (3/8/2020).

Ia juga menyebut jika penambahan kasus terus terjadi lantaran masifnya pemeriksaan. Pihaknya juga terus melakukan tracing dan diharapkan Program Jogo Tonggo mampu diaplikasikan di semua lini masyarakat.

“Cenderung terjadi penularan di komunitas, sehingga kita harapkan Jogo Tonggo nantinya bisa jadi Jogo Kerjo, Jogo santri dan lainnya untuk mencegah penularan di komunitas. Kami juga minta bupati/wali kota terus melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, jika saat ini pihaknya telah melakukan testing dan tracing di Jepara. Itu merupakan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah yang masih tinggi.

“Iya, sekarang kita melakukan testing dan tracing di sana (Jepara). Karena ditemukan kasus di Sekretariat Dewan, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Satpol PP,”  paparnya.

Menurutnya, meski penyebaran Covid-19 di pantura timur lebih tinggi dibanding wilayah pantai selatan, namun testing tetap dilakukan merata di semua daerah.

Baca juga:
Ia menyebut, Pemprov Jateng sampai saat ini telah melakukan 138.500 tes Covid-19. Untuk pelaksanaan tes swab secara masif, pihaknya berupaya terus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Selain itu, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi lain.“Kami berusaha mengarah ke sana (testing) bertahap sesuai dengan kemampuan dan kapasitas. Juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi lain. Anggarannya besar, maka kita bertahap,” imbuhnya.Sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara mengumumkan hingga Senin (3/8/2020) jumlah kasus yang terjadi di Kabupaten Jepara mencapai 1150 kasus.Dari jumlah tersebut sebanyak 281 orang sampai saat ini masih dalam penanganan. Sedangkan 744 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh, dan 68 orang lainnya meninggal dunia. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler