Penyebaran Corona di Jepara Tertinggi di Jateng, Ganjar: Klaster Tak Jelas, Cukup Berbahaya
Ali Muntoha
Senin, 3 Agustus 2020 16:09:48
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari pendataan yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah, Kabupaten Jepara menjadi yang tertinggi dalam hal ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan menyebut jika klaster penyebaran corona di Jepara tidak jelas.
“Penambahan ini hampir semua (daerah). Kabupaten Jepara tertinggi, dan tidak jelas klaster penularannya. Ini cukup berbahaya,” katanya, Senin (3/8/2020).
Ia juga menyebut jika penambahan kasus terus terjadi lantaran masifnya pemeriksaan. Pihaknya juga terus melakukan tracing dan diharapkan Program Jogo Tonggo mampu diaplikasikan di semua lini masyarakat.
“Cenderung terjadi penularan di komunitas, sehingga kita harapkan Jogo Tonggo nantinya bisa jadi Jogo Kerjo, Jogo santri dan lainnya untuk mencegah penularan di komunitas. Kami juga minta bupati/wali kota terus melakukan sosialisasi,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, jika saat ini pihaknya telah melakukan testing dan tracing di Jepara. Itu merupakan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah yang masih tinggi.
“Iya, sekarang kita melakukan testing dan tracing di sana (Jepara). Karena ditemukan kasus di Sekretariat Dewan, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Satpol PP,” paparnya.
Menurutnya, meski penyebaran Covid-19 di pantura timur lebih tinggi dibanding wilayah pantai selatan, namun testing tetap dilakukan merata di semua daerah.
Baca juga:
- Kasus Positif Covid-19 Jepara Kini 1.150, Dalam Perawatan 281 Orang
- GTPP Covid-19 Jepara Pastikan Almarhum Ketua DPRD Jepara Positif Corona
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



