Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menanggapi hal ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapinya.

Yakni dengan mendorong bangkitnya perekonomian, dengan memberikan stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah. Serta mendorong masyarakat untuk membeli produk kawan dan dalam negeri.

Menurut Ganjar, proses ekonomi sekarang ini memang sedang goncang dan perlu disiapkan langkah untuk bisa bertahan. Ia menilai, peran pemangku kepentingan, khususnya usaha kecil mikro, saat ini menjadi penting untuk membangkitkan ekonomi.

"Kami siapkan agar bisa bangkit. Maka pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal bisa menjadi offtaker karena regulasi memungkinkan," katanya menanggapi pernyataan, Senin (31/8/2020).

Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah sendiri sudah dilakukan pemetaan terkait sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan dan pertolongan.

Pihaknya juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung bersama sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Sektor tersebut kemudian berkembang sampai bisnis-bisnis terkait

"Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait memang perlu mendapatkan rescue. Mudah mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu," jelasnya.

Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Ganjar, memetakan kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting sehingga mendorong produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Selain itu bantuan sosial juga banyak dibutuhkan dalam menghadapi situasi seperti ini. Oleh karenanya ia terus mengajak masyarakat untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri."Kita dorong ke sana. Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri apa saja, yuk kita buat, kota produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri," pungkasnya.Sebelumnya, Menkoplhukam Mahfud MD menyebut jika Indonesia akan masuk jurang resesi ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini. Pertumbuhan ekonomi RI juga sudah terkontraksi hingga minus  5,32 persen pada kuartal II 2020.Resesi ekonomi terjadi apabila sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut."Bulan depan, hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," ujar Mahfud dilansir Antara.Pertumbuhan ekonomi diprediksi mengalami kontraksi di rentang minus 0,5 persen hingga 2,2 persen. Meski demikian, ia meminta masyarakat tak perlu panik. Lantaran resesi ekonomi berbeda dengan krisis. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler