Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pada Selasa (8/9/2020) Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan jika Kota Semarang menjadi daerah tertinggi, dengan jumlah kasus positif sebanyak 2.591.

Namun dalam website resmi Covid-19 Kota Semarang menyebutkan, jumlah kasus positif pada hari yang sama hanya 507.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta Pemkot Semarang segera memberikan klarifikasi ke Satgas Covid-19 pusat mengenai perbedaan data tersebut.

"Saya minta Pemkot Semarang melakukan komunikasi. Harus diklarifikasi biar tidak membuat gaduh," kata Ganjar, Rabu (9/9/2020).

Ganjar juga sempat menanyakan perihal perbedaan data itu kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dari penjelasannya, diketahui bahwa memang terjadi perbedaan data yang sangat signifikan antara pusat dan daerah.

"Pak Hendi (Hendrar Prihadi) bilang, datanya belum di-update oleh Pak Wiku (Jubir Satgas Covid-19 Pusat). Mungkin Pak Wiku juga penting untuk meng-update data biar tidak membingungkan," ucapnya.

Ganjar juga mengatakan sudah menerima laporan secara detil dari Wali Kota Semarang terkait kasus Covid-19. Bahkan, laporan yang diberikan sangat detil, tidak hanya jumlah kasus, namun juga nama dan alamat pasien positif Covid-19.

"Saya sudah minta Pak Hendi menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. Kok bisa datanya beda. Pak Hendi sudah melaporkan kepada saya dengan bagus, bahkan ada catatan secara detil status pasien, baik dari dalam kota maupun luar kota, lengkap dengan nama dan alamatnya," ucapnya.
"Saya sudah minta Pak Hendi menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. Kok bisa datanya beda. Pak Hendi sudah melaporkan kepada saya dengan bagus, bahkan ada catatan secara detil status pasien, baik dari dalam kota maupun luar kota, lengkap dengan nama dan alamatnya," ucapnya.Dari keterangan Hendi, lanjut Ganjar, hingga 8 September kemarin, kasus meninggal akibat Covid-19 di Kota Semarang berjumlah 658 orang. Sementara total kasus positif adalah 507, dan pasien sembuh 5.501."Makanya, data yang disampaikan Pak Wiku ada 2.591 kasus positif di Kota Semarang, padahal sesuai dashboard Pemkot Semarang, hanya 500-an. Kok jaraknya beda jauh, maka saya minta Pak Hendi segera memberikan klarifikasi untuk pencocokan data," tegasnya.Meski data sebenarnya tak sebanyak yang disampaikan pusat, Ganjar tetap mengingatkan Pemkot Semarang untuk terus getol mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat, termasuk penegakan hukumnya.Bahkan, pihaknya meminta agar pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan lebih ketat. Termasuk upaya hukum penegakan protokol"Harus lebih ketat lagi, maka kalau kami membuat penegakan hukum secara masif akhir-akhir ini, semuanya harus mendukung agar semuanya paham dan sadar. Kalau tidak taat, harus dihukum," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler