Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, pemerintah pusat telah menyetujui penambahan kuota pupuk bersubsidi. Jawa Tengah sendiri juga sudah mengajukan penambahan sebanyak 390.000 ton.

"Kami sudah minta tambahan kuota, sudah ada jawaban. Kalau tidak salah, ada satu juta ton penambahannya secara nasional, dialokasikan untuk tiap kabupaten/kota," kata Ganjar, Jumat (25/9/2020).

Penambahan kuota pupuk itu lanjut Ganjar akan didistribusikan tahun ini. Sebab, kelangkaan memang sudah terjadi, ditambah adanya percepatan tanam yang digerakkan Kementerian Pertanian.

Ganjar menyebutkan jika kelangkaan pupuk yang terjadi selama ini memang disebabkan akrena alokasinya yang kurang. Sehingga, pembagian sangat sulit dilakukan dan harus benar-benar tepat sasaran.

"Inilah mengapa harus ada Kartu Tani, agar semuanya presisi. Saya minta penyuluh pertanian juga menyampaikan hal itu," terangnya.
"Inilah mengapa harus ada Kartu Tani, agar semuanya presisi. Saya minta penyuluh pertanian juga menyampaikan hal itu," terangnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Suryo Banendro mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan kuota pupuk bersubsidi di Jateng pada 15 Juni 2020 lalu. Ia membenarkan bahwa pemerintah pusat sudah menyetujui penambahan pupuk secara nasional."Kami mengajukan penambahan sebanyak 390.000 ton. Mudah-mudahan terealisasi semuanya untuk memenuhi kekurangan pupuk petani di Jawa Tengah," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler