Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan beberapa di antaranya tingkat pengambilan spesimennya masih di bawah hanya tujuh persen. Daerah itu yakni Wonogiri dan Banjarnegara.

Kemudian ada juga daerah dengan tingkat testing di bawah 20 persen. Yakni Grobogan 17 persen, dan Purbalingga 18 persen.

Selain itu, ada juga beberapa daerah dengan tingkat tes kurang dari 50 persen, seperti Pemalang (21 persen), Rembang (24 persen), Blora (25 persen), Sragen (27 persen), Wonosobo (27 persen), Kabupaten Pekalongan (28 persen), Brebes (29 persen), Kudus (32 persen), Purworejo (33 persen), Kabupaten Semarang (33 persen), Pati (36 persen), dan Temanggung (46 persen).

Ganjar meminta para kepala daerah itu untuk meningkatkan testing, dan tak perlu takut dengan citra jika kasus meningkat.

"Tolong testing ditingkatkan. Jangan khawatir dengan peningkatan kasus dan jangan khawatir soal citra. Kami akan bantu dari sini, jadi tolong ini bisa menjadi perhatian," kata Ganjar.

Jika memang daerah memiliki kesulitan untuk memenuhi target testing, pihaknya akan memberikan bantuan secara penuh.

"Apakah enggak punya alat, nggak punya surveilans atau apa masalahnya. Nanti kami bantu. Yang penting jangan sampai enggak punya semangat, tidak boleh kalau itu," ujarnya.
"Apakah enggak punya alat, nggak punya surveilans atau apa masalahnya. Nanti kami bantu. Yang penting jangan sampai enggak punya semangat, tidak boleh kalau itu," ujarnya.Ganjar juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk terjun menangani minimnya testing di sejumlah daerah itu."Saya minta laporan harian, biar kita tahu apa kesulitannya dan apa masalahnya," imbuhnya.Jawa Tengah memang sedang gencar menggenjot jumlah pemeriksaan spesimen dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Bahkan sampai saat ini, tren pemeriksaan spesimen di Jateng telah melampaui target.Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 4.991 perhari, Jateng mampu melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 6.000 perhari. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler