Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyanyi Denny Caknan kini sangat populer di kalangan anak-anak muda. Lagunya yang berjudul Kartonyono Medot Janji meledak, dan bahkan Denny disebut-sebut sebagai penerus maestro campur sari Didi Kempot.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi salah satu orang yang mengidolakannya. Bahkan ketika menemui para buruh yang demo beberapa waktu lalu, Ganjar menyanyikan lagu Denny Cakanan.

Saat bertemua dengan Denny Caknan, Ganjar pun langsung membombardirnya dengan berbagai pertanyaan. Salah satunya, “dukunnya orang mana bisa sampai terkenal seperti ini”.

Pertanyaan itu dilontarkan Ganjar ketika bertemu Denny di di warung Pecel Ngisor Talok, Jalan Sultan Agung 96 Kabupaten Ngawi, Sabtu (07/11/2020).

Sambil sarapan, awalnya Ganjar menanyakan perjuangannya Denny sampai akhirnya bisa jadi idola muda-mudi Tanah Air lewat lagu-lagunya. Bahkan sambil bercanda, Ganjar menanyakan dukun mana yang Denny manfaatkan.

"Rahasianya apa mas? Kok sekarang sampai ada yang bilang mas Denny Caknan ini jadi penerus almarhum Mas Didi Kempot," kata Ganjar, Sabtu (7/11).

Denny pun langsung menceritakan kisahnya. Ia menyebut, semua laku yang dia jalankan layaknya seniman lain, mencari inspirasi, berkarya dan memamerkan hasilnya. Tidak ada faktor aneh-aneh yang dia pakai, apalagi dukun.

"Dukunnya ya bapak dan ibu saya sendiri dengan minta doa restu beliau. Makanya nama bapak, saya jadikan embel-embel nama saya, Cak Nan," ujarnya.

Cak Nan itu, kata Denny adalah panggilan untuk ayahanya yang berasal dari Surabaya. Nama aslinya Kasnan.
Cak Nan itu, kata Denny adalah panggilan untuk ayahanya yang berasal dari Surabaya. Nama aslinya Kasnan.Ia mengakui, sebelum lagu Kartonyono Medot Janji meledak, jalan hidupnya cukup berat. Jadi anak dari penjual cilok keliling, keluarganya sering diremehkan. Bahkan kuliahnya pun tersendat-sendat karena keterbatasan biaya."Untuk membiayai itu saya kerja jadi penyapu jalanan sebagai pegawai outsourcing Dinas LHK," katanya.Namun beratnya jalan hidup yang dia jalani tidak membuat surut. Sebagai penyanyi, Denny mengatakan banyak menyontoh dari sosok almarhum Didi Kempot yang makamnya juga ada di Ngawi."Dulu sebelum saya melahirkan lagu Kartonyono Medot Janji itu, saya sering sowan beliau (Didi Kempot) sharing pengalaman, dan pengetahuan dunia musik tradisi. Pesan beliau hanya satu, berkarya berkarya dan berkarya. Nanti apa jadinya apa itu urusan nomor sekian," terangnya.Awalnya, ia pun tak mengira jika lagu Kartonyono Medot Janji bakal digandrungi. Pasalnya menurut dia, lagu itu hanya mengisahkan kisah cinta sederhana dengan latar belakang yang jauh dari kota, yaitu perempatan Kartonyono."Mulanya banyak temen-temen curhat putus cinta. Dan waktu itu saya melihat Perempatan Kartonyono lagi dibongkar. Ya akhirnya jadi lagu itu," tandasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler