Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ganjar memerintahkan agar sekolah itu segera ditutup. Terlebih sebelumnya, sekolah itu juga disebut sempat menggelar pembelajaran tatap muka.

"Tutup, wes ora usah kesuwen pokoke (tutup, tidak usah lama-lama). Kita kasih kesempatan buka (pembelajaran tatap muka), tapi kalau begitu, ya tutup lagi begitu saja," kata Ganjar usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19, Selasa (1/12/2020).

Kasus tersebut menurutnya juga akan menjadi bahan evaluasi dalam rencana pembelajaran tatap muka Januari 2021 mendatang. Jika ditemukan ada sekolah yang menjadi klaster, pihaknya tak akan ragu untuk kembali menutup sekolah tersebut.

Ganjar juga menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan Januari 2021 tetap menggunakan aturan dan mekanisme yang ada untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Termasuk kemungkinan tetap adanya pembatasan jumlah siswa yang diperbolehkan masuk.

"Januari nanti bukan berarti merdeka, belajarnya masuk bebas-bebas saja, iya tidak. Kita harus selektif," jelas Ganjar.

Baca: Soal Klaster Covid-19 di SMP Swasta Jepara, Disdikpora Akan Panggil Pengelola

Bukan hanya sekolah, ia juga mengancam akan menutup objek wisata yang tidak mampu mengelola dengan baik di tengah pandemi. Yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti pengunjung wajib memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menuturkan untuk saat ini, lanjut Yuli, klaster terbanyak penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah adalah klaster keluarga."Klaster tertinggi itu klaster keluarga. Sampai saat ini tes PCR sudah mencapai lebih dari 70 ribu dan 10,3 persen (positifity rate)," tandasnya.Sebelumnya diberitakan, jika salah satu SMP swasta di Jepara menjadi klaster penyebaran corona. Temuan sementara ada belasan siswa yang positif. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler