Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (07/12/2020), Ganjar juga meminta keterangan direktur RSUD Moewardi Solo, RSUD Margono Banyumas, dan RSUD Tugurejo Semarang, untuk memastikan kondisi fasilitas di tiga rumah sakit itu.

Tri Kuncoro, Direktur RSUD Margono melaporkan pada Ganjar jika saat ini pihaknya masih memiliki 20 ICU dan akan ditambah 10 unit lagi pada 20 Desember 2020. Selain itu, masih terdapat 144 tempat tidur isolasi, dan akan ditambah 100 unit lagi pada 20 Desember mendatang. Ia menegaskan jika kondisinya masih aman.

Mendapat jawaban itu, Ganjar lega karena kabar yang menyebut bahwa rumah sakit di Jawa Tengah penuh adalah tidak benar. Ditemui usai rapat, Ganjar menegaskan semua dalam kondisi aman.

"Saat ini kami belum sampai pada pembuatan rumah sakit darurat. Kalau kita hitung tadi, ini masih cukup. Sampai hari ini kita masih cukup," kata Ganjar.

Ia menegaskan, memang sudah menyusun rencana untuk penambahan sarana prasarana fasilitas itu. Skenarionya, penambahan akan dilakukan untuk menampung pasien hingga Juni 2021.

"Skenarionya, tempat tidur isolasi akan ditambah sampai 9.800. Sementara untuk ICU, akan ditambah sampai 607 tempat tidur. Kami kerja sama dengan IDI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk bertugas di sana," ujarnya.

Ganjar mengatakan di Jateng memiliki 5.939 tempat tidur isolasi di rumah sakit dan sudah ditambah menjadi 6.618 hingga 5 Desember 2020. Selain itu, total ICU juga bertambah, dari 438 menjadi 458 tempat tidur.

"Selain penambahan di rumah sakit, kami juga akan optimalkan tempat-tempat isolasi terpusat seperti gedung BPSDM, hotel-hotel dan asrama haji Donohudan. BPSDM sudah dipakai, asrama haji Donohudan juga sudah siap," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo juga menegaskan, jika rumah sakit di Jateng masih aman."Memang ada satu atau dua rumah sakit yang penuh, tapi masih banyak rumah sakit yang kalau kita lihat datanya, masih cukup," ucapnya.Terkait itu, Yulianto menegaskan dalam sebulan terakhir rumah sakit di Jateng sudah melakukan penambahan tempat tidur isolasi dan ICU. Bahkan sudah ada penambahan 72 persen tempat isolasi."Penambahannya sudah banyak, dan sekarang masih kami tambah terus. Paling tidak, sampai akhir tahun, Jateng punya 7.500-an tempat tidur isolasi," jelasnya.Pihaknya juga akan mengoptimalisasi tempat isolasi terpusat yang ada di Jateng untuk menampung pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG)."Sebenarnya banyak sekali tempat isolasi yang bisa dioptimalkan, misalnya Donohudan dan lainnya. Nanti kami dorong untuk tempat-tempat itu digunakan menampung isolasi pasien OTG," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler