Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1/2021) ini menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Selain itu, sejumlah tokoh dari ulama, pejabat, hingga artis juga akan ikut mengawali untuk disuntik vaksin.

Dengan kondisi ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta masyarakat untuk tak ragu dengan proses vaksinasi ini. Terlebih vaksin Covid-19 Sinovac itu juga telah mengantongi sertifikat halal MUI dan mendapat izin penggunaan dari BPOM.

“Hari ini, Presiden sudah divaksin. Saya lihat list-nya ada tokoh agama, pejabat, TNI Polri, artis juga ada. Kita tunjukkan bahwa kita siap melaksanakan vaksinasi. Tidak boleh ada yang ragu, tidak boleh ada yang mendistorsi ini karena ini tidak hanya sekadar kepentingan individu, melainkan bangsa dan negara. Jadi semua harus ikut," katanya, Rabu (13/1/2021).

Di Jawa Tengah vaksinasi akan dimulai pada 14 Januari besok. Tiga daerah yang akan memulai duluan, yakni Kota Semarang, Kota Solo dan Kabupaten Semarang.

Ganjar memastikan sistem vaksinasi telah dibangun dengan baik. Mereka yang telah terdaftar sebagai vaksinator secara online melalui aplikasi ‘PeduliLindungi’ akan mendapatkan barcode lengkap dengan tempat vaksinasi dan jam pelaksanaannya.

"Sistemnya sudah dibangun dengan baik, tiap titik yang melakukan vaksinasi (dalam satu sesi) jumlahnya dibatasi kira-kira 3 sampai 15 orang. Jadi, sehari hanya sekitar 45 orang," jelasnya.

Meskipun para tenaga kesehatan (nakes) sudah mendapatkan vaksin pada tahap awal ini, Ganjar mengimbau agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat.

“Meski vaksin sudah ada, tidak berarti protokol kesehatan mlempem (kendor) ya. Jangan sampai, tetap protokol kesehatan mesti ketat," imbuhnya.
“Meski vaksin sudah ada, tidak berarti protokol kesehatan mlempem (kendor) ya. Jangan sampai, tetap protokol kesehatan mesti ketat," imbuhnya.Baca: Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac, Jokowi: Nggak Terasa Sama SekaliUntuk memastikan kesiapan vaksinasi, Ganjar mengunjungi dua fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Semarang. Dua faskes yang dikunjungi antara lain Puskesmas Pandanaran dan RSUD Wongsonegoro.Dari pantauannya, Ia melihat persiapan sudah matang dilakukan, mulai penyediaan mekanisme antrean, meja pendaftaran, alat pengecekan kesehatan, tempat vaksinasi hingga ruang tunggu apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menerangkan, sebanyak 18.000 lebih tenaga kesehatan akan divaksin pada tahap pertama ini. Mereka akan divaksin di sejumlah layanan kesehatan yang telah disiapkan."Pelaksanaannya di 37 Puskesmas, 19 Rumah Sakit dan1 Balkesmas. Untuk persiapannya, hari ini kami mulai distribusikan vaksin ke fasilitas-fasilitas kesehatan itu," katanya.Hakam menegaskan jika vaksinasi tahap pertama ini hanya khusus untuk tenaga kesehatan. Masyarakat lain diminta sabar menunggu tahapan berikutnya.Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler