Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan GeNose C19, buatan Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai alat uji resmi Covid-19 bagi penumpang di stasiun kereta api dan di terminal. Sebanyak 200 GeNose telah dipesan dan akan ditempatkan di puluhan stasiun dan terminal di Jawa dan Sumatra.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan mendukung upaya tersebut. terlebih sebelumnya ia juga telah mengusulkan pada pemerintah pusat untuk menggunakan GeNose C19 sebagai alat uji resmi Covid-19 di Indonesia.

Alat buatan UGM tersebut dinilai sangat efektif dan membantu proses testing dan tracing, karena cepat, murah dan hasilnya sudah teruji.

Ganjar sendiri telah memesan 100 unit GeNose untuk digunakan di sejumlah puskesmas dan layanan publik di Jawa Tengah.

"Saya kira bagus, kalau itu bisa dilakukan di seluruh instansi publik yang lain, tentu akan sangat membantu untuk bisa lebih cepat mengetes dan melakukan tindakannya," kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19, Senin (25/1/2020).

Terkait dampak tingginya angka kasus Covid-19 dengan peningkatan testing dan tracing menggunakan GeNose, Ganjar mengatakan tak perlu khawatir. Sebab menurutnya, kalau meningkatnya kasus itu karena hasil testing, maka penangananya jauh lebih baik.Justru yang bahaya lanjut Ganjar adalah jika testing tidak dilakukan secara massif. Orang yang terkena Covid-19 tidak terdeteksi dan berkeliaran menularkan pada yang lain."Kalau dites kan kita cepat tahu, terus dilakukan tindakannya. Kalau tidak tahu dan berkeliaran kan bahaya. Maka jangan pernah takut kalau nanti itu melonjak tinggi, karena memang hasil tes. Testing itu penting untuk kita mengetahui faktanya seperti apa," tegasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler