Pemetaan PPKM Mikro di Jateng: 4.671 Desa Tanpa Kasus Covid, 158 Risiko Tinggi
Ali Muntoha
Senin, 8 Februari 2021 14:09:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa Tengah akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota dengan melihat zonasi yang ada. Dari pemetaan zonasi diketahui ada sebanyak 158 desa di Jawa Tengah dengan risiko tinggi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan teknis secara detil untuk pelaksanaan PPKM mikro ini. Program ini menurutnya juga akan ditunjang dengan program Jogo Tonggo sudah berjalan.
"Sudah kami siapkan secara detil, termasuk data daerah-daerah mana yang memiliki klasifikasi kategori merah, kuning dan sebagainya. Kami sudah sampaikan pada seluruh bupati/wali kota untuk mempersiapkan. Datanya akan kami kirim untuk dikonfirmasi, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik," kata Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19, Senin (8/2/2021).
Ia menyebut, menurut peta zonasi yang ada, ada lima kabupaten/kota di Jateng yang masuk kategori risiko tinggi dan 30 lainnya masuk kategori sedang. Jika dikerucutkan per kecamatan, ada 25 daerah yang memiliki resiko tinggi, 475 kategori sedang, 58 kategori rendah dan 18 kecamatan tidak ada kasus.
Sementara di tingkat desa, ada 158 desa dengan kategori risiko tinggi, sementara kategori risiko sedang ada 2.468 desa.
”Kemudian 1.275 desa kategori rendah dan 4.671 desa tidak ada kasus. Peta inilah yang kita siapkan untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan PPKM mikro," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat persiapan PPKM mikro. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Semarang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa Tengah akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota dengan melihat zonasi yang ada. Dari pemetaan zonasi diketahui ada sebanyak 158 desa di Jawa Tengah dengan risiko tinggi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan teknis secara detil untuk pelaksanaan PPKM mikro ini. Program ini menurutnya juga akan ditunjang dengan program Jogo Tonggo sudah berjalan.
"Sudah kami siapkan secara detil, termasuk data daerah-daerah mana yang memiliki klasifikasi kategori merah, kuning dan sebagainya. Kami sudah sampaikan pada seluruh bupati/wali kota untuk mempersiapkan. Datanya akan kami kirim untuk dikonfirmasi, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik," kata Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19, Senin (8/2/2021).
Ia menyebut, menurut peta zonasi yang ada, ada lima kabupaten/kota di Jateng yang masuk kategori risiko tinggi dan 30 lainnya masuk kategori sedang. Jika dikerucutkan per kecamatan, ada 25 daerah yang memiliki resiko tinggi, 475 kategori sedang, 58 kategori rendah dan 18 kecamatan tidak ada kasus.
Sementara di tingkat desa, ada 158 desa dengan kategori risiko tinggi, sementara kategori risiko sedang ada 2.468 desa.
”Kemudian 1.275 desa kategori rendah dan 4.671 desa tidak ada kasus. Peta inilah yang kita siapkan untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan PPKM mikro," ujarnya.
Baca: