Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Solo – Dua sekolah di Kota Surakarta yang tengah menyiapkan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Solo dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (29/3/2021). Bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Ganjar meninjau SMAN 1 dan MAN 1 Surakarta.

Dalam tinjauan itu, Ganjar titip pesan kepada Gibran agar lebih sedikit galak dalam pengawasan pelaksanaan sekolah tatap muka.

Ganjar mengatakan,  kepala daerah harus melakukan pengawasan kepada guru dan tenaga kependidikan. Sehingga saat pelaksanaan simulasi PTM perlu dilakukan pengawasan secara ketat agar disiplin.

Apalagi, saat sidak di SMAN 1 Surakarta Ganjar dan Gibran melihat ada sejumlah guru yang ngobrol berdekatan tanpa mengenakan masker.

“Yang penting itu praktiknya. Maka saya katakan ini butuh latihan. Kalau latihan, agak galak sedikit enggak papa. Saya titip ke Pak Wali Kota Solo, agar mengawasi. Wali kota bisa masuk ke kiri kanan dan ke semua sekolah. Saya minta tegas saja, kalau enggak nanti tidak disiplin," ujarnya.

Pengawasan itu, lanjut Ganjar, bertujuan agar orang tua, guru dan siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

"PTM ini sudah ditunggu-tunggu, harapannya progresnya bagus dan anak-anak bisa mudeng (mengerti) dalam belajar dan tidak ada penyakit yang menular," terangnya.

Selain itu, pelaksanaan uji coba PTM ini akan dievaluasi untuk menentukan apakah akan ada penambahan jumlah sekolah dan siswa atau tidak.
Selain itu, pelaksanaan uji coba PTM ini akan dievaluasi untuk menentukan apakah akan ada penambahan jumlah sekolah dan siswa atau tidak."Solo selain dari kita, ada 23 SMP yang sudah uji coba. Jateng rencana 5 April secara serentak. Nanti kami evaluasi, kalau berhasil bisa ditambah, apakah sekolahnya atau siswanya. Nanti tambahannya bertahap sampai akhir tahun," kata Ganjar.Ganjar mengatakan semua sekolah yang ditinjaunya sudah menyiapkan sarana prasarana dengan matang. SOP juga sudah disiapkan, mulai siswa berangkat sekolah, saat pembelajaran berlangsung hingga pulang sekolah.Sementara itu, Gibran membenarkan, selain SOP pada siswa, SOP untuk guru memang penting diawasi. Bahkan menurutnya, pengawasan kepada guru justru harus diperketat.Sementara terkait para guru yang ngobrol tak bermasker itu, Gibran dengan tegas telah mencatat nama-nama guru itu sebagai peringatan."Nanti ada SOP nya. Kalau ada yang melanggar, nanti kami tegur. Pokoknya nanti waktu sudah jalan (PTM nya), semuanya harus mematuhi SOP yang ada," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News