Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali – Tempat karantina di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, mendadak viral di media sosial. Pasalnya, tempat karantina untuk para pemudik itu ditempatkan di rumah yang selama ini dikenal angker.

Rumah karantina Desa Sidomulyo itu memang cukup menyeramkan. Bangunan kecil yang sebenarnya musala itu terletak di tengah hutan, dengan jarak lebih dari 300 meter dari permukiman.

Lokasinya dikelilingi rerimbunan semak dan pohon-pohon besar. Di depan bangunan itu, terdapat sendang tua yang dikelilingi pohon-pohon beringin.

Cerita tentang sendang dan adanya petilasan di tempat itu, menambah ngeri suasana. Sejumlah batu-batu berukir seperti peninggalan candi membuat tempat itu dikeramatkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga penasaran dengan rumah karantina angker ini. Di sela-sela mengecek penyekatan arus mudik di Salatiga, Selasa (11/5/2021) Ganjar menyambangi tempat karantina yang viral itu.

[caption id="attachment_217735" align="alignleft" width="880"] Sendang tua dikelilingi pohon besar menjadikan lokasi karantina itu semakin terlihat angker. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Sayangnya saat Ganjar datang, para pemudik yang sebelumnya dikarantina, sudah pulang ke rumahnya. Meski demikian Ganjar mengakui jika lokasi itu cukup seram.

"Wah ini sih serem sekali, kalau siang bagus, tapi kalau malam medheni (menakutkan). Ini kalau malam gelap, ndak bakal bisa tidur to," kata Ganjar.

Ganjar mengapresiasi ide pemerintah desa setempat yang sangat kreatif. Menurutnya, cara itu bisa mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan efek jera.

"Bagus ya, Solo punya tempat karantina bagi pemudik, Banyumas punya dan di sini juga ada. Tapi ini kadesnya kreatif, pokoknya yang ngeyel mudik dikarantina di rumah angker ini selama enam hari. Kan ngeri, membuat orang takut pulang kampung," ucapnya.Cara tersebut lanjut Ganjar bisa mengedukasi masyarakat untuk tidak mudik. Selain itu, juga bisa mengontrol masyarakat agar sehat dan tidak terjadi penyebaran virus covid-19 di desa."Jadi tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga semua masyarakat agar tetap sehat. Sebenarnya saya ingin ngobrol sama yang dikarantina, pengen tahu perasannya. Tapi ternyata sudah enam hari dan pulang," ucapnya.Moh Sawali, Kades Sidomulyo menyebut, tempat angker itu sengaja disiapkan untuk karantina bagi pemudik yang nekat pulang tanpa membawa surat kelengkapan. Mereka yang tiba di desa, langsung dikarantina di tempat itu selama enam hari."Kemarin ada dua orang yang kami karantina. Kami munculkan ke media dan benar-benar menimbulkan efek jera," ujarnya.Sawali menerangkan, biasanya kalau Lebaran ada 500 lebih warganya yang mudik. Namun setelah ada larangan dan adanya karantina rumah angker itu, pemudik menurun drastis hingga tak lebih dari 25 orang."Biasanya ramai, ada 500 san orang. Sekarang tidak lebih dari 25. Jadi efek jeranya terasa. Di sini memang tempatnya terkenal angker, wingit kalau masyarakat menyebutnya. Jadi kalau lewat saja sudah merinding," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler