Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Kementerian Kesehatan menginformasikan jika stok vaksin Covid-19 akan melimpah mulai Juni 2021. Kepastian ini pun ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mempercepat proses vaksinasi.

Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta vaksinasi di kabupaten/kota di Jateng kembali digaspol. Ganjar mendapatkan kepastian soal stok vaksin ini setelah mengikuti rapat koordinasi monitoring vaksinasi Covid-19 yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (18/5/2021).

"Maka setelah rapat itu, kami langsung tindaklanjuti agar ada akselerasi. Sebab informasinya, mulai Juni nanti vaksin sudah banyak," katanya.

Ganjar berharap tidak ada alasan capaian vaksinasi rendah di daerah Jateng. Ia menargetkan, mulai Juli sampai Desember, program vaksinasi harus digenjot.

"Harapannya ada peningkatan kapasitas vaksinasi sampai 300 persen. Pekanini, saya minta teman-teman latihan dulu untuk meningkatkan 100 persen vaksinasinya," ujarnya.

Ganjar menyebut, data prioritas untuk program percepatan vaksinasi ini juga telah disiapkan. Lansia menjadi prioritas utama, disusul kemudian prioritas lainnya seperti pelayan publik dan masyarakat umum lainnya.

"Lansia harus diutamakan. Sudah ada contoh baik misalnya di Batang itu ada program jemput bola untuk lansia. Daerah lainnya juga sudah siap, dan sudah melaksanakan dengan pola-pola lainnya," jelas Ganjar.

Hingga saat ini menurut dia, capaian vaksinasi di Jateng sudah berjalan baik. Dari data yang ada, jumlah 164.917 SDM kesehatan, yang sudah mendapat suntkan pertama sebanyak 176.308 dan suntikan kedua sebanyak 164.331.

Sementara untuk petugas publik dari target 2,2 juta, sebanyak 798.213 telah mendapatkan suntikan pertama dan 616.278 telah mendapat suntikan kedua."Sementara untuk lansia dari target 3,1 juta, sebanyak 620.343 orang sudah mendapat suntikan pertama dan 435.301 sudah divaksin dosis kedua. Ini yang akan kita genjot dan lakukan percepatan," terangnya.Kendati demikian, Ganjar juga menyentil sejumlah daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya. Brebes merupakan daerah paling rendah capaian vaksinasinya di Jateng.Kabupaten ini baru melakukan vaksinasi sebanyak 15,58 persen dosis pertama dan 11,64 persen di dosis kedua.Daerah lain yang tingkat vaksinasinya masih rendah untuk dosis pertama yakni Kabupaten Tegal (18,7 persen), Wonogiri (19,02 persen) dan Blora (19,2 persen).”Vaksinasi dosis kedua, yang terendah lagi-lagi Brebes dengan 11,64 persen, Wonogiri (14,58 persen), Kabupaten Tegal 14,4 persen, Grobogan 14,89 persen," pungkasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler