Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari pemerintah provinisi hingga pusat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya tidak hanya memantau tetapi juga terus mendampingi penanganan corona di Kota Kretek.

Ganjar menyebut, penanganan kasus sudah mulai diatur dengan baik. Pemenuhuhan kebutuhan, mulai dari tenaga kesehatan, peralatan hingga obat-obatan mulai didistribusikan.

“Sekarang kita memantau kudus sambil sekaligus mendampingi, karena memantau saja tidak cukup,” kata Ganjar, Jumat (4/6/2021) malam.

Saat ini menurutnya, sudah ada 96 dokter dan perawat yang dikerahkan ke Kudus untuk penanganan pasien Covid-19. Mereka terdiri dari lima dokter spesialis paru, lima dokter spesialis penyakit dalam, 38 dokter umum dan 48 perawat.

Para tenaga kesehatan itu sebagian berasal dari RS Moewardi Solo, dan sebagian lagi dibantu oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jateng.

Meski demikian, ia mengakui jika kebutuhan perawat untuk penanganan di Kudus memang cukup banyak. Kebutuhan tenaga tambahan saat ini menurunya sebanyak 198 persenonel

“Untuk perawat, nah perawat ini butuhnya agak banyak 198, 48 udah kita penuhi dari pemprov. Terus kemudian yang masih proses kita 150 ini ada dari PPNI, Poltekkes Stikes yang sedang menyiapkan kurang lebih 150,” kata Ganjar.

Tenaga kesehatan lain, lanjut Ganjar, seperti analis kesehatan, ahli gizi, hingga apoteker saat ini masih dalam proses assessment untuk bisa segera diperbantukan.Pemprov Jateng juga telah mengirimkan sejumlah alat kesehatan seperti ventilator dan oksigen. Sedangkan alat kesehatan seperti HFNC dan Hepafilter, Ganjar menyebut telah mengusulkan ke pemerintah pusat.“Dan untuk obat-obatan, alhamdulillah semua yang dibutuhkan udah kita kirim. Lalu untuk APD juga sama, semua kebutuhannya kita kirim. Jadi artinya apa, sampai dengan kebutuhan yang sifatnya dukungan teknis kita coba bantu,” terangnya.Ganjar juga mengyatakan terimakasihnya kepada Kementerian Kesehatan, BNPB, Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro dan lainnya yang telah membantu dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus.“Temen-temen di Kudus juga mulai siaga, merapikan manajemen baik di rumah sakit maupun di pemerintahannya. Alhamdulillah lah sudah mulai membaik (manajemen penanganannya),” ujar Ganjar. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler