Antisipasi Ledakan Kasus, Pemprov Jateng Pinjam Rusun Kemen PUPR Jadi Tempat Isolasi
Ali Muntoha
Selasa, 22 Juni 2021 12:26:34
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang – Rumah susun (rusun) milik Kementerian PUPR di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang dipinjam Pemprov Jawa Tengah sebagai tempat isolasi terpusat.
Langkah ini diambil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai antisipasi jika terus terjadi lonjakan kasus Covid-19. Rusun ini sejatinya diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) PUPR di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Gedung itu baru selesai dibangun, dan belum digunakan. Maka dari itu Ganjar langsung berinisiatif untuk meminjam dan disiapkan menjadi tempat isolasi terpusat selama pandemi Covid-19.
“Saya sudah izin dengan Pak Basuki (Menteri PUPR), malah dibantu mengkondisikan untuk dijadikan tempat isolasi terpusat," kata Ganjar saat mengecek rusun milik Kementerian PUPR sambil gowes, Selasa (22/6/2021).
Di bangunan rusun ini ada 94 ruangan. Menurut dia, jika satu ruangan bisa digunakan untuk isolasi dua orang, maka akan cukup banyak menampung pasien Covid-19 tanpa gejala. Selain itu, tempatnya juga representatif.
Sebagai gambaran, masing-masing ruangan memiliki ukuran sekitar 4,5x6 meter. Tiap ruangan memiliki satu kamar ukuran besar dan satu kamar dengan tempat tidur bertingkat. Lalu masih ada satu ruang tamu yang bisa ditambahkan tempat tidur serta kamar mandi dan dapur.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Gubernur Ganjar Pranowo meninjau rusun milik Kemen PUPR untuk jadi tempat isolasi terpusat. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Semarang – Rumah susun (rusun) milik Kementerian PUPR di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang dipinjam Pemprov Jawa Tengah sebagai tempat isolasi terpusat.
Langkah ini diambil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai antisipasi jika terus terjadi lonjakan kasus Covid-19. Rusun ini sejatinya diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) PUPR di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Gedung itu baru selesai dibangun, dan belum digunakan. Maka dari itu Ganjar langsung berinisiatif untuk meminjam dan disiapkan menjadi tempat isolasi terpusat selama pandemi Covid-19.
“Saya sudah izin dengan Pak Basuki (Menteri PUPR), malah dibantu mengkondisikan untuk dijadikan tempat isolasi terpusat," kata Ganjar saat mengecek rusun milik Kementerian PUPR sambil gowes, Selasa (22/6/2021).
Di bangunan rusun ini ada 94 ruangan. Menurut dia, jika satu ruangan bisa digunakan untuk isolasi dua orang, maka akan cukup banyak menampung pasien Covid-19 tanpa gejala. Selain itu, tempatnya juga representatif.
Sebagai gambaran, masing-masing ruangan memiliki ukuran sekitar 4,5x6 meter. Tiap ruangan memiliki satu kamar ukuran besar dan satu kamar dengan tempat tidur bertingkat. Lalu masih ada satu ruang tamu yang bisa ditambahkan tempat tidur serta kamar mandi dan dapur.
"(Bangunan) ini untuk mengantisipasi kalau nanti ada out break dan kemudian perlu isolasi terpusat. Ini salah satu tempat yang ada di Kota Semarang," katanya.
Untuk diketahui, zona merah di Jawa Tengah sampai saat ini telah bertambah menjadi 13 daerah. Mengantisipasi tingginya bed occupancy rate (BOR) di beberapa daerah itu Ganjar serius menyiapkan sejumlah tempat isolasi terpusat.
Sejak adanya peningkatan kasus Covid-19 secara eksponensial di beberapa daerah di Jawa Tengah, Ganjar telah meminta Satgas Covid-19 Jawa Tengah dan kepala daerah untuk mencari alternatif bangunan yang bisa dipakai untuk isolasi terpusat.
Dalam sepekan terakhir Ganjar juga rajin keliling daerah untuk mengecek kesiapan di masing-masing daerah. Ia juga terus mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.
Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha