Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui, pendapatan para pedagang terimbas oleh Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Oleh karenanya, ia mengajak para ASN untuk jajan di warung-warung tetangga.

Pembeliannya bisa dilakukan secara take away (dibungkus) atau secara online. Ajakan ini juga ditujukan kepada masyarakat lain yang punya pendapatan tetap.

“Situasi ini para pedagang menjadi sulit maka ayo saya ajak yang punya rezeki, yang punya gaji tetap apalagi kawan ASN, yuk kita banyak jajan. Kalau perlu enggak usah masak," kata Ganjar,  emantau mobilitas masyarakat di perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Kendal, Jumat (9/7/2021).

Menurut Ganjar dengan banyak belanja di warung maka itu akan membantu para pedagang, sekaligus mendukung pelaksanaan PPKM Darurat guna menekan penyebaran Covid-19.

“Jadi ayo kita belilah di warung tetangga, belilah di mereka yang jualan agar mereka bisa hidup ekonominya. Kalau kita belanja sendiri mungkin ngirit ya, sekarang boros sepuluh persen tidak apa-apa sehingga warung-warung akan laku," katanya.

Selain membantu pedagang, gerakan banyak jajan juga membantu para penyedia jasa layanan ojek, baik ojek dari perusahaan maupun tetangga di sekitarnya.

“Ojek itu juga akan laku. Tidak hanya ojek yang dari perusahaan formal tetapi tetangga kiri-kanan disuruh (ngantar) juga bisa tetapi protokol kesehatan tetap dijaga," jelas Ganjar.

Terkait mobilitas masyarakat di Jawa Tengah, Ganjar mengatakan masih perlu ditekan lagi. Sebab masih terlihat ada peningkatan mobilitas dalam dua hari terakhir.Padahal sebelumnya sudah terlihat ada penurunan mobilitas. Pengetatan ini juga akan melibatkan petugas dari kepolisian dan TNI di lapangan."Kita sudah agak turun, mestinya progresnya turun tetapi justru kemarin meningkat (mobilitasnya). Makanya sekarang diperketat dengan bantuan dari kepolisian dan TNI," ujarnya.Ganjar tak lelah meminta masyarakat untuk membangun kesadaran menahan diri di rumah saja agar kasus Covid-19 di Jawa Tengah tidak semakin parah.“Mohon betul kesadaran masyarakat untuk semua bisa menahan diri. Ini berat, ini sulit, saya tahu, tapi ayo kita mesti bersama-sama menjaga diri. Yang bekerja dan yang jualan, ayo tetap semangat bekerja dan semangat jualan tetapi prokesnya harus tetap ditaati. Sehingga kalau tidak nongkrong kan tidak apa-apa. Belinya melalui online tidak apa-apa. Ojol juga bisa bekerja," katanya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler