Asrama Haji Donohudan Mulai Dikonversi Jadi Rumah Sakit Darurat Covid
Ali Muntoha
Sabtu, 17 Juli 2021 15:40:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Boyolali – Pemerintah pusat telah menyetujui Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC). Proses konversi ini akan mulai dilakukan besok, dan diperkirakan membutuhkan waktu dua pekan.
Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan, Panglima TNI, dan Kapolri di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (17/7/2021). Proses konversi ini akan dilakukan oleh Kemen PUPR.
"Mulai besok secara teknis (pengkonversian) sudah akan dikerjakan oleh PUPR, waktunya dua minggu. Kalau dua minggu itu bisa maka rumah sakit darurat sudah bisa berjalan," kata Ganjar.
Asrama haji ini sebelumnya sudah digunakan untuk tempat isolasi terpusat. Pasien dari berbagai daerah termasuk dari Kudus pernah diisolasi di tempat ini.
Ganjar menyatakan, selain Asrama Haji Donohudan, pihaknya sebenarnya juga menyiapkan kompleks BPSDMD atau Bali Diklat Jateng di Srondol Kota Semarang.
Namun dari hasul visitasi oleh tim Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR BPSDMD agar dijadikan tempat isolasi terpusat saja.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Panglima TNI-Kapolri, Menkes dan Gubernur Jateng meninjau Asrama Haji Donohudan. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Boyolali – Pemerintah pusat telah menyetujui Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC). Proses konversi ini akan mulai dilakukan besok, dan diperkirakan membutuhkan waktu dua pekan.
Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan, Panglima TNI, dan Kapolri di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (17/7/2021). Proses konversi ini akan dilakukan oleh Kemen PUPR.
"Mulai besok secara teknis (pengkonversian) sudah akan dikerjakan oleh PUPR, waktunya dua minggu. Kalau dua minggu itu bisa maka rumah sakit darurat sudah bisa berjalan," kata Ganjar.
Asrama haji ini sebelumnya sudah digunakan untuk tempat isolasi terpusat. Pasien dari berbagai daerah termasuk dari Kudus pernah diisolasi di tempat ini.
Ganjar menyatakan, selain Asrama Haji Donohudan, pihaknya sebenarnya juga menyiapkan kompleks BPSDMD atau Bali Diklat Jateng di Srondol Kota Semarang.
Namun dari hasul visitasi oleh tim Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR BPSDMD agar dijadikan tempat isolasi terpusat saja.
"Diklat di Srondol diminta untuk tetap menjadi tempat isolasi terpusat. Donohudan yang akan dijadikan rumah sakit darurat. Sudah divisitasi, hari ini sudah diatur agar yang isolasi mandiri dipusatkan di satu blok. Kemudian yang lain mulai dikosongkan dan mulai disterilisasi," jelas Ganjar.
Perihal kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di RSDC ini, Ganjar telah meminta agar pencarian tenaga kesehatan dikoordinasi oleh Kementerian Kesehatan.
"Sudah disampaikan ke Menkes, kita mencari bareng-bareng, tapi saya minta agar semua dikoordinasi oleh pusat karena yang turun langsung dari pusat. Kami siap mendukung dan mencarikan agar bisa mendapatkan dukungan nakes," pungkasnya.
Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha