Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Banjarnegara – WHO mengkonfirmasi adanya varian baru Covid-19 yakni B.1.621. Varian baru ini dikenal dengan nama varian Mu yang disebut-sebut mampu lolos dari kekebalan tubuh manusia.

Untuk mengantisipasi hal ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pihakanya telah membeli alat tes Whole Genome Sequencing (WGS). Alat ini digunakan untuk mendeteksi varian baru Covid-19.

Ini dikatakannya usai memimpin rapat penanganan Covid-19 dari rumah dinas bupati Banjarnegara, Senin (6/9/2021).

"Kita sudah membeli WGS untuk antisipasi itu. Harapan kita nanti kalau ada varian baru, kita bisa tes dan bisa diantisipasi," ujarnya.

Pekan ini para petugas yang akan mengoperasikan alat tersebut mulai menjalani pelatihan. Selain itu, beberapa sampel juga sudah diambil untuk diperiksa apakah terpapar varian baru atau tidak.

"Harapan kami pekan depan sampel yang diambil bisa lebih banyak lagi, sehingga kita bisa mendeteksi sejak awal varian itu," ujarnya.

Kondisi penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah saat ini tengah landai. Kendati demikian, ia meminta agar semua pihak tidak lengah, terutama dalam disiplin protokol kesehatan.

"Turunnya kasus, BOR (keterisian tempat tidur) dan perbaikan grafik-grafik yang ada ini jangan sampai membuat kita terlena. Tidak boleh. Maka semuanya saya minta tetap menjaga," tegasnya.
"Turunnya kasus, BOR (keterisian tempat tidur) dan perbaikan grafik-grafik yang ada ini jangan sampai membuat kita terlena. Tidak boleh. Maka semuanya saya minta tetap menjaga," tegasnya.Selain disiplin protokol kesehatan, Ganjar menyebut segala bentuk keramaian harus memiliki izin, bersifat terbatas dan harus diawasi."Kalau tanpa izin apalagi sudah ugal-ugalan, bubarkan saja. Nggak boleh ragu-ragu soal itu," pungkasnya.Sementara Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan, penambahan kasus positif di Jateng pada 5 September kemarin tercatat 625 kasus."Sementara untuk tren positivity rate juga terus menurun, dari 12,88 persen di minggu ke-34 menjadi 9,65 persen di minggu ke-35 ini. BOR juga terus menurun, dengan catatan BOR ICU di Jateng saat ini 22,39 persen dan BOR isolasi 12,00 persen," ucapnya.  Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler