Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Proses vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah terus dipercepat. Saat ini catatan Dinas Kesehatan Jateng, sebanyak 1,6 juta warga Jateng berhasil disuntik vaksin per pekan.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menyebut jika capaiannya lebih dari 1,6 juta warga. Atau tepatnya 1.639.560. Jumlah itu meningkat dibanding pekan sebelumnya yaitu 1.155.044.

“Vaksin per pekan cukup banyak. Minggu ke-37 kita dapat 1,6 juta. Dan kita mampu menyuntikkan lebih dari itu malahan,” kata Yulianti, usai rapat penanganan Covid-19 di komplek kantor Gubernur Jateng Kota Semarang, Selasa (21/9/2021).

Secara total, capaian vaksinasi di Jawa Tengah capai 35 persen. Bahkan ia menyebut, beberapa kota sudah seratus persen untuk dosis pertama. “Hanya Kota Pekalongan yang belum (belum 100 persen),” ujarnya.

Pemprov Jateng juga berupaya menggeser situasi pandemi ini bisa menjadi endemi. Di antaranya dengan terbentuknya kekebalan komunal yang salah satunya dengan percepatan vaksinasi.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, pihaknya terus mengupayakan agar jatah vaksin untuk Jawa tengah ditambah.

Alhamdulillah kita sudah 1,6 juta yang bisa kita genjot satu minggu, kami masih terus memohon kepada pusat agar bisa 2,5 juta tiap minggu,” kata Ganjar.Baca: Jateng Kini Punya Bus Vaksin yang Sasar Daerah TerpencilGanjar juga menyampaikan agar semua pihak tidak lengah, jangan euforia, dan terus melakukan cek dan ricek dengan baik.Protokol kesehatan juga tetap harus diperketat. Dikhawatirkan seiring dengan penurunan level dalam PPKM kecenderungannya membuat warga lengah. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler