Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjajaki untuk mendatangkan bus listrik guna mendukung transportasi umum. Penjajakan dilakukan kepada sejumlah penyedia bus listrik.

Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pabrik dan serah terima kendaraan listrik buatan Viar Jawa Tengah, di Kawasan Industri BSB, Mijen, Jumat (22/10/2021).

“Yang kita mau dorong itu mobil. Termasuk di Dinas Perhubungan kita itu bus. Kita sudah penjajakan dengan beberapa penyedia bus listrik,” katanya.

Jika hal ini bisa terealisasi nantinya bus-bus kota termasuk bus Trans Jateng yang telah membuka beberapa koridor di Jateng bisa diganti bus listrik tersebut. Sehingga bisa lebih hemat energi.

Pihaknya juga mendorong industri-industri segera melakukan riset dan pengembangan mobil listrik.

Dalam kesempatan itu, Ganjar melepas ribuan motor listrik buatan Viar di Jateng yang digunakan untuk para driver Grab. Ganjar mengapresiasi langkah transformasi bahan bakar fosil ke listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Ini bagian dari spirit bagaimana mentransformasikan motor yang berbahan bakar fosil pindah ke listrik,” tegas Ganjar.Di sisi lain, Ganjar yang juga didampingi perwakilan dari Kementerian ESDM tersebut juga mengingatkan agar persiapan transformasi ini dilakukan secara menyeluruh. Terutama terkait pengelolaan limbah baterainya.“Nah kita harapkan bagaimana cara me-recycle yang aman yang tidak membuat limbah B3 dan seterusnya ternyata sudah dipikirkan semua dan sekarang sistemnya sedang dikembangkan, nanti ada semacam tempat untuk riset and development berkaitan dengan baterainya,” ujar Ganjar.  Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler