Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Selama perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar selama Tahun Baru Imlek tak ada perayaan yang mengundang keramaian.

Ganjar memastikan tidak ada larangan perayaan Imlek. Namun jumlah peserta harus terbatas dan bisa dikontrol.

“(Imlek, red) enggak usah dirayakan ramai-ramai dulu,” kata Ganjar, Jumat (28/1).

Ganjar meminta seluruh pihak menahan diri. Terlebih saat ini kasus Covid-19 varian omicron tengah merebak.

Ganjar mencontohkan pengelola Kelenteng Sam Poo Kong Semarang yang melaporkan tak akan menggelar perayaan secara besar-besaran.

Baca: Omicron Masuk Jateng, Ganjar Ingatkan Satgas Sekolah Awasi PTM

Perayaan secara terbatas itu bisa ditiru oleh yang lainnya. Imbauan tidak menggelar kegiatan keramaian juga berlaku untuk tempat wisat.“Mudah-mudahan nanti bisa ditiru. Tempat wisata juga,” tandas Ganjar.Di Kota Semarang, perayaan Imlek tahun 2022 juga dilakukan sederhana. Pemkot Semarang mengumumkan tidak ada pelaksanaan Pasar Imlek Semawis.Semarak Imlek di Kota Semarang, diganti dengan pemasangan patung shio macan dan seribu lampion oleh Perserikatan Organisasi Tionghoa Indonesia (POR INTI) di Jalan Gambiran. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler