Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Tri Isnaeni, pengusaha UKM roti di Randukuning, Kabupaten Pati, Selasa (10/8/2021) kaget, tempat usahanya tiba-tiba didatangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tak hanya didatangi, Ganjar juga memborong roti buatanya.

Bahkan Ganjar juga mempromosikan usahanya, yang sempat ngedrop karena pandemi. Ganjar meminta masyarakat membeli roti yang terkenal dan juga juara tingkat provinsi dan nasional ini.

"Saya ada di toko roti Sari Rasa di Pati. Ini juara satu di pemprov dan juara tiga di nasional lho. Andalannya roti gulung keju dan roti pisang. Ini enak tenan, sumpah. Jadi ayo dibeli, bisa datang langsung ke sini atau ke Instagramnya @sarirasa_. Kamu harus datang, ayo nglarisi produk UKM kita," kata Ganjar dalam video vlognya.

Kepada Ganjar, Tri menceritakan pernah mendapat juara tingkat provinsi kreasi roti pada 2017 lalu. Selain itu, ia juga berhasil menyabet peringkat tiga tingkat nasional, dengan produk unggulan roti gulung kejunya.

"Setelah itu penjualan meningkat. Sehari bisa produksi seribu boks roti. Tapi setelah pandemi omzet turun drastis, bahkan merugi," akunya.

Tri juga mengatakan betapa ia merasakan masa kejayaan dan langsung berubah pada masa keterpurukan. Akibat pandemi, banyak toko roti yang biasa ia setori tutup. Omzetnya jatuh, perhari tak lebih dari 100 boks roti diproduksi.

"Itupun hanya pesanan-pesanan. Saya sampai sempat jual aset, salah satu toko roti dijual demi menutupi kebutuhan," jelasnya.

Disaat kondisi sudah mulai membaik, pesanan sudah mulai mengalir, omzetnya kembali terpuruk karena PPKM. Sebelum PPKM, pesanan sudah mulai ramai, sekitar 40 persen, nam
Disaat kondisi sudah mulai membaik, pesanan sudah mulai mengalir, omzetnya kembali terpuruk karena PPKM. Sebelum PPKM, pesanan sudah mulai ramai, sekitar 40 persen, nam"Tapi setelah PPKM, penjualan kembali menurun. Bahkan Lebaran Iduladha kemarin, kita cancel banyak pesanan buat hantaran orang hajatan. Sampai 16.000 lebih. Saat ini ya kami masih terdampak. Tapi tidak apa-apa, yang penting masih sehat," jelasnya.Tri sangat senang karena dikunjungi Ganjar. Ia memang sempat mengirimi direct massage (DM) ke Ganjar. Ia tak menyangka, pesan itu dijawab Ganjar dengan langsung datang."Senang sekali rasanya, dapat semangat sekaligus motivasi agar tetap bertahan dan mencari jalan keluar. Apalagi ini tadi diborong semuanya roti saya. seneng rasanya. Ya saya akan tetap bertahan dan terus berusaha. Rezeki kan sudah diatur oleh Allah, mungkin kalau kita bersabar, suatu saat akan ada jalan keluar," pungkasnya.Tak hanya itu, di rumah Tri Ganjar juga numpang makan siang. Ganjar membawa sendiri bekal nasi dari umah, sebuah kebiasaan yang dilakukan Ganjar sejak PPKM berlangsung.  Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler