Target Pemprov Jateng Soal Kemiskinan: Tahun 2023 Tinggal 7,88 Persen
Dian Utoro Aji
Kamis, 14 Maret 2019 11:59:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat memberikan sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) di ruang Penjawi Kabupaten Pati, Kamis (14/3/2019).
"Kami mendorong angka kemiskinan di Jawa Tengah terus mengalami penurunan. Kami menargetkan 7,88 persen kemiskinan di Jawa Tengah pada akhir tahun 2023 mendatang," jelasnya.
Ia menyebut, penurunan angka kemiskinan di Jateng tahun lalu memang tak begitu maksimal. Oleh karenanya dibutuhkan berbagai terobosan untuk menekan angka kemiskinan di provinsi ini.
"Maka dari itu program pengentasan kemiskinan menjadi program prioritas pemerintah Jateng," jelasnya.
Lebih lanjut, saat pemerintah provinsi tengah melaksanakan program kroyokan. Program ini diklaim dapat mengentas kemiskinan di Jawa Tengah.
"Kita akan turun. Tiap OPD dan BUMD memiliki satu atau dua desa binaan. Sehingga kemiskinan dapat diatasi," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



